Surah Yusuf disebut Al-Quran sebagai kisah yang paling baik. Perjalanan hidup Nabi Yusuf AS dari sumur, rumah pembesar Mesir, hingga penjara, lalu menjadi pejabat tinggi, sarat pelajaran untuk kehidupan kita. Berikut lima hikmah penting dari kisah beliau. Kisah lengkapnya dapat dibaca pada Kisah Nabi Yusuf AS Lengkap.
1. Kesabaran yang Indah Menghadapi Ujian
Yusuf diuji berlapis-lapis: dibuang ke sumur oleh saudara-saudaranya, dijual sebagai budak, difitnah, lalu dipenjara. Ayahnya, Nabi Ya’qub AS, memberi teladan sabar ketika kehilangan putranya:
فَصَبْرٌ جَمِيلٌ ۖ وَٱللَّهُ ٱلْمُسْتَعَانُ عَلَىٰ مَا تَصِفُونَ
Fashabrun jamîl, wallâhul-musta’ânu ‘alâ mâ tashifûn.
Maka kesabaran yang baik itulah (kesabaranku). Dan kepada Allah saja memohon pertolongan terhadap apa yang kamu ceritakan. (QS. Yusuf: 18)
Sabar yang indah adalah sabar tanpa keluh kesah kepada manusia, disertai harapan kepada Allah.
2. Iri Hati Merusak Hubungan Keluarga
Iri hati saudara-saudara Yusuf karena melihat ayah mereka begitu menyayanginya mendorong mereka berbuat zalim. Pelajarannya, iri hati yang dibiarkan tumbuh dapat menghancurkan hubungan keluarga. Orang tua juga perlu adil dalam kasih sayang dan memberi nasihat bijak kepada anak-anaknya.
3. Kejujuran dan Menjaga Diri dari Maksiat
Ketika digoda oleh istri pembesar Mesir, Yusuf memilih menjaga diri karena takut kepada Allah. Beliau lebih memilih penjara daripada berbuat dosa. Kejujuran dan takwa akhirnya mengangkat derajat beliau. Di kemudian hari, Yusuf dipercaya mengelola perbendaharaan negeri Mesir.
4. Memaafkan Orang yang Pernah Menyakiti
Setelah berkuasa, Yusuf bertemu kembali dengan saudara-saudaranya yang dulu menzaliminya. Beliau tidak membalas, tetapi memaafkan:
لَا تَثْرِيبَ عَلَيْكُمُ ٱلْيَوْمَ ۖ يَغْفِرُ ٱللَّهُ لَكُمْ ۖ وَهُوَ أَرْحَمُ ٱلرَّٰحِمِينَ
Lâ tatsrîba ‘alaikumul-yaum, yaghfirullâhu lakum wa huwa arhamur-râhimîn.
Pada hari ini tidak ada cercaan terhadap kamu, mudah-mudahan Allah mengampuni (kamu), dan Dia Maha Penyayang di antara para penyayang. (QS. Yusuf: 92)
Memaafkan ketika mampu membalas adalah akhlak yang mulia.
5. Tawakal kepada Allah Adalah Kunci Keberhasilan
Dari sumur hingga istana, Yusuf selalu menyerahkan urusannya kepada Allah. Mimpi masa kecilnya akhirnya terwujud dengan cara yang tidak ia sangka. Hal ini mengajarkan bahwa rencana Allah lebih baik daripada rencana kita. Baca juga doa Nabi Yusuf yang beliau panjatkan di akhir kisahnya, dan ayat-ayat lengkapnya di Al-Quran Online.
Kesimpulan
Kisah Nabi Yusuf mengajarkan sabar, menjauhi iri hati, menjaga kejujuran, memaafkan, dan bertawakal. Semoga kita dapat meneladaninya dalam kehidupan sehari-hari. Baca juga kisah Nabi Ibrahim AS dan jelajahi kategori Pelajaran & Hikmah di Islamipedia.
Wallâhu a’lam bish-shawâb.







