Kelahiran Nabi Isa AS adalah salah satu peristiwa paling menakjubkan dalam Al-Quran: seorang bayi lahir tanpa ayah, dan sejak detik pertama ia sudah berbicara membela ibunya. Artikel ini membahas kelahiran Nabi Isa berdasarkan ayat-ayat Al-Quran dan hadis sahih, sebagai bagian dari Kisah Para Nabi di Kisah Islamipedia.
Latar Belakang: Keluarga Imran
Kisah kelahiran Nabi Isa AS berawal dari keluarga Imran yang saleh. Ibu Maryam bernazar menyerahkan anaknya untuk berkhidmat di rumah ibadah, dan Allah menerima Maryam dengan penerimaan yang baik. Nabi Zakariya AS menjadi pengasuhnya (QS. Ali Imran: 35-37). Maryam tumbuh sebagai wanita yang tekun beribadah di mihrab.
Kabar Gembira dari Malaikat Jibril
Suatu hari Maryam mengasingkan diri ke tempat di sebelah timur. Allah mengutus Malaikat Jibril yang menjelma sebagai manusia sempurna untuk menyampaikan kabar gembira tentang seorang anak yang suci. Maryam terkejut, tetapi menerima kehendak Allah. Allah berfirman dalam QS. Maryam ayat 20-21:
قَالَتْ اَنّٰى يَكُوْنُ لِيْ غُلٰمٌ وَّلَمْ يَمْسَسْنِيْ بَشَرٌ وَّلَمْ اَكُ بَغِيًّا ۗ قَالَ كَذٰلِكِ قَالَ رَبُّكِ هُوَ عَلَيَّ هَيِّنٌ ۗ وَلِنَجْعَلَهٗ اٰيَةً لِّلنَّاسِ وَرَحْمَةً مِّنَّا ۚ وَكَانَ اَمْرًا مَّقْضِيًّا
Qâlat annâ yakûnu lî ghulâmuw wa lam yamsasnî basyaruw wa lam aku baghiyyâ, qâla kadzâliki qâla rabbuki huwa ‘alayya hayyin, wa linaj’alahû âyatal lin-nâsi wa rahmatam minnâ, wa kâna amram maqdhiyyâ.
Dia (Maryam) berkata, “Bagaimana mungkin aku mempunyai anak laki-laki, padahal tidak pernah ada orang (laki-laki) yang menyentuhku dan aku bukan seorang pezina!” Dia (Jibril) berkata, “Demikianlah.” Tuhanmu berfirman, “Hal itu mudah bagi-Ku, dan agar Kami menjadikannya suatu tanda (kebesaran Allah) bagi manusia dan sebagai rahmat dari Kami; dan hal itu adalah suatu urusan yang (sudah) diputuskan.”
Melahirkan dan Tuduhan Kaum
Maryam mengandung dengan kuasa Allah, lalu menyingkir ke tempat yang jauh. Saat tiba waktu melahirkan, ia bersandar pada pangkal pohon kurma, dan Allah menenangkannya dengan menyediakan air dan buah kurma (QS. Maryam: 22-26). Al-Quran tidak menyebut nama kota tempat kelahiran Nabi Isa AS. Sebagian riwayat menyebutnya Betlehem, tetapi rincian itu bukan keterangan pasti dari Al-Quran atau hadis sahih.
Ketika Maryam kembali kepada kaumnya sambil menggendong bayinya, mereka menuduhnya berbuat zina dan berkata, “Wahai saudara perempuan Harun, ayahmu bukan orang yang jahat dan ibumu bukan pezina” (QS. Maryam: 27-28). Maryam hanya menunjuk kepada bayinya, sesuai perintah Allah untuk bernazar diam.
Bayi Isa Berbicara
Saat itulah bayi Isa berbicara untuk membela ibunya dan menjelaskan siapa dirinya. Allah berfirman dalam QS. Maryam ayat 30-33:
قَالَ اِنِّيْ عَبْدُ اللّٰهِ ۗ اٰتٰنِيَ الْكِتٰبَ وَجَعَلَنِيْ نَبِيًّا ۙ وَّجَعَلَنِيْ مُبٰرَكًا اَيْنَ مَا كُنْتُۖ وَاَوْصٰنِيْ بِالصَّلٰوةِ وَالزَّكٰوةِ مَا دُمْتُ حَيًّا ۖ وَّبَرًّا بِوَالِدَتِيْ وَلَمْ يَجْعَلْنِيْ جَبَّارًا شَقِيًّا ۚ وَالسَّلٰمُ عَلَيَّ يَوْمَ وُلِدْتُّ وَيَوْمَ اَمُوْتُ وَيَوْمَ اُبْعَثُ حَيًّا
Qâla innî ‘abdullâh, âtâniyal-kitâba wa ja’alanî nabiyyâ, wa ja’alanî mubârakan aina mâ kuntu wa aushânî bish-shalâti waz-zakâti mâ dumtu hayyâ, wa barram biwâlidatî wa lam yaj’alnî jabbâran syaqiyyâ, was-salâmu ‘alayya yauma wulidtu wa yauma amûtu wa yauma ub’atsu hayyâ.
Dia (Isa) berkata, “Sesungguhnya aku hamba Allah. Dia memberiku Kitab (Injil) dan Dia menjadikan aku seorang Nabi. Dan Dia menjadikan aku seorang yang diberkahi di mana saja aku berada, dan Dia memerintahkan kepadaku (melaksanakan) shalat dan (menunaikan) zakat selama aku hidup; dan berbakti kepada ibuku, dan Dia tidak menjadikan aku seorang yang sombong lagi celaka. Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari aku dilahirkan, pada hari aku meninggal dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali.”
Makna Kalimat Pertama Bayi Isa
- Pengakuan sebagai hamba Allah, bukan tuhan.
- Penegasan kenabian sejak dini.
- Perintah salat dan zakat sebagai bentuk ibadah.
- Berbakti kepada ibu sebagai akhlak mulia.
- Penolakan sifat sombong dan celaka.
Pelajaran & Hikmah
- Kekuasaan Allah tidak terbatas oleh hukum alam.
- Maryam adalah teladan kesucian dan ketakwaan.
- Tuduhan tanpa bukti adalah kezaliman.
- Mukjizat bayi berbicara menegaskan tauhid.
- Berbakti kepada ibu adalah akhlak para nabi.
Kesimpulan
Kelahiran Nabi Isa AS tanpa ayah dan mukjizat bayi yang berbicara mengajarkan kekuasaan Allah, kesucian Maryam, dan kemurnian tauhid. Semoga kita dapat mengambil pelajaran dari kisah beliau dan menjalani hidup sesuai petunjuk Allah SWT.
Wallâhu a’lam bish-shawâb.





