Nabi Musa AS adalah nabi yang diajak bicara langsung oleh Allah. Dalam perjalanan dakwahnya, beliau meninggalkan warisan doa yang diabadikan Al-Quran. Artikel ini merangkum doa-doa Nabi Musa berdasarkan ayat-ayat Al-Quran, sebagai bagian dari Kisah Para Nabi di Kisah Islamipedia.
1. Doa Memohon Ampun
Setelah peristiwa terbunuhnya orang Mesir, Nabi Musa segera bertobat. Doa ini tercantum dalam QS. Al-Qashash ayat 16:
قَالَ رَبِّ اِنِّيْ ظَلَمْتُ نَفْسِيْ فَاغْفِرْ لِيْ فَغَفَرَ لَهٗۗ اِنَّهٗ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ
Qâla rabbi innî zhalamtu nafsî faghfir lî fa ghafara lah, innahû huwal-ghafûrur-rahîm.
Dia (Musa) berdoa, “Ya Tuhanku, sungguh, aku telah menzalimi diriku sendiri, maka ampunilah aku.” Maka Dia mengampuninya. Sungguh, Dialah Yang Maha Pengampun, Maha Penyayang.
2. Doa Memohon Kebaikan
Di Madyan, dalam keadaan lapar, letih, dan jauh dari kampung halaman, Nabi Musa berdoa kepada Allah. Doa ini tercantum dalam QS. Al-Qashash ayat 24 (bagian akhir):
رَبِّ اِنِّيْ لِمَآ اَنْزَلْتَ اِلَيَّ مِنْ خَيْرٍ فَقِيْرٌ
Rabbi innî limâ anzalta ilayya min khairin faqîr.
Ya Tuhanku, sungguh, aku sangat memerlukan sesuatu kebaikan yang Engkau turunkan kepadaku.
3. Doa Memohon Kelapangan Dada dan Kemudahan Urusan
Sebelum menghadap Firaun, Nabi Musa memohon pertolongan Allah untuk tugas yang berat. Doa ini tercantum dalam QS. Thaha ayat 25-28:
قَالَ رَبِّ اشْرَحْ لِيْ صَدْرِيْۙ وَيَسِّرْ لِيْٓ اَمْرِيْۙ وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِّنْ لِّسَانِيْۙ يَفْقَهُوْا قَوْلِيْ
Qâla rabbisy-rah lî shadrî, wa yassir lî amrî, wahlul ‘uqdatam mil lisânî, yafqahû qaulî.
Dia (Musa) berkata, “Ya Tuhanku, lapangkanlah dadaku, dan mudahkanlah untukku urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, agar mereka mengerti perkataanku.”
4. Doa Memohon agar Harun Menjadi Pendamping
Nabi Musa juga memohon agar saudaranya, Harun, dijadikan pembantunya dalam berdakwah. Doa ini tercantum dalam QS. Thaha ayat 29-36.
Keutamaan Doa Nabi Musa AS
- Doa yang berfokus pada ampunan dan perbaikan diri.
- Doa yang merendahkan diri di hadapan Allah.
- Doa yang memohon kemudahan dalam menyampaikan kebenaran.
- Doa yang memperhatikan kerja sama dalam dakwah.
- Diabadikan dalam Al-Quran sebagai pedoman umat.
Pelajaran & Hikmah
- Doa adalah senjata utama seorang mukmin.
- Memohon ampun setelah salah adalah tanda ketakwaan.
- Kerendahan hati membuka pintu pertolongan Allah.
- Doa untuk kemudahan dakwah adalah bagian dari tawakal.
- Kerja sama dalam kebaikan memperkuat dakwah.
Kesimpulan
Doa-doa Nabi Musa AS mengajarkan ketulusan, kerendahan hati, dan tawakal dalam menghadapi tugas berat. Semoga kita dapat mengambil pelajaran dari kisah beliau dan menjalani hidup sesuai petunjuk Allah SWT.
Wallâhu a’lam bish-shawâb.





