Ujian yang menimpa Nabi Ya’qub AS—kehilangan Yusuf dan Bunyamin—sangat berat. Namun, beliau tidak pernah mengeluh kepada manusia. Beliau mengajarkan kepada kita bagaimana mengadu hanya kepada Allah dan tetap berharap pada rahmat-Nya. Artikel ini membahas doa dan tawakal beliau berdasarkan Al-Quran, sebagai bagian dari Kisah Para Nabi di Kisah Islamipedia.
Sabar yang Indah (Shabrun Jamil)
Saat anak-anaknya membawa baju Yusuf yang berlumur darah palsu, Nabi Ya’qub tidak terprovokasi. Allah berfirman dalam QS. Yusuf ayat 18:
فَصَبْرٌ جَمِيلٌ ۖ وَاللَّهُ الْمُسْتَعَانُ عَلَىٰ مَا تَصِفُونَ
Fa shabrun jamîl, wallâhul-musta’ânu ‘alâ mâ tashifûn.
Maka sabar itulah yang terbaik (bagiku). Dan kepada Allah saja memohon pertolongan-Nya terhadap apa yang kamu ceritakan.
Sabar yang indah (shabrun jamil) berarti sabar tanpa keluh kesah kepada manusia, dan hanya mengadu kepada Allah SWT.
Mengadukan Kesedihan Hanya kepada Allah
Bertahun-tahun kemudian, saat Bunyamin tertahan di Mesir, duka Nabi Ya’qub memuncak hingga matanya memutih. Namun, beliau berkata dalam QS. Yusuf ayat 86:
قَالَ إِنَّمَا أَشْكُو بَثِّي وَحُزْنِي إِلَى اللَّهِ وَأَعْلَمُ مِنَ اللَّهِ مَا لَا تَعْلَمُونَ
Qâla innamâ asykû batstsî wa huznî ilallâhi wa a’lamu minallâhi mâ lâ ta’lamûn.
Dia (Ya’qub) menjawab, “Hanya kepada Allah aku mengadukan susah dan sedihku, dan aku mengetahui dari Allah apa yang tidak kamu ketahui.”
Ini adalah teladan tawakal tertinggi. Beliau bersedih, tetapi tidak berputus asa dan tidak menyalahkan takdir.
Tawakal Setelah Berikhtiar
Saat mengizinkan anak-anaknya pergi ke Mesir lagi, Nabi Ya’qub berpesan agar mereka masuk dari pintu-pintu yang berbeda. Namun, beliau segera menegaskan bahwa ikhtiar tersebut tidak menggantikan takdir Allah. Allah berfirman dalam QS. Yusuf ayat 67:
عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ ۖ وَعَلَيْهِ فَلْيَتَوَكَّلِ الْمُتَوَكِّلُونَ
‘Alaihi tawakkaltu wa ‘alaihi falyatawakkalil-mutawakkilûn.
Hanya kepada-Nya aku bertawakal dan hendaklah orang-orang yang bertawakal berserah diri kepada-Nya saja.
Larangan Berputus Asa dari Rahmat Allah
Puncak dari tawakal Nabi Ya’qub adalah pesannya yang abadi agar tidak berputus asa. Dalam QS. Yusuf ayat 87, beliau berkata:
وَلَا تَيْأَسُوا مِن رَّوْحِ اللَّهِ ۖ إِنَّهُ لَا يَيْأَسُ مِن رَّوْحِ اللَّهِ إِلَّا الْقَوْمُ الْكَافِرُونَ
Wa lâ tai’asû min raukhillâh, innahû lâ yai’asu min raukhillâhi illal-qaumul-kâfirûn.
…dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya yang berputus asa dari rahmat Allah hanyalah orang-orang yang kafir.
Kesimpulan
Doa dan tawakal Nabi Ya’qub AS mengajarkan kita untuk bersabar tanpa mengeluh, mengadu hanya kepada Allah, tetap berikhtiar tanpa melupakan takdir, dan tidak pernah berputus asa dari rahmat-Nya. Semoga kita dapat meneladani beliau saat menghadapi ujian hidup.
Wallâhu a’lam bish-shawâb.





