Nabi Sulaiman AS adalah salah satu nabi yang diberi mukjizat luar biasa. Beliau bisa berbicara dengan hewan, menundukkan angin, dan memerintah jin. Kerajaannya sangat luas dan megah. Namun, semua itu adalah karunia Allah, bukan karena kekuatan beliau sendiri.
Profil Singkat Nabi Sulaiman AS
Nabi Sulaiman AS adalah putra Nabi Daud AS. Sejak muda, beliau sudah menunjukkan kecerdasan dan ketakwaan. Allah memberinya kerajaan yang tidak diberikan kepada siapa pun setelahnya.
Mukjizat Nabi Sulaiman AS
Allah menganugerahkan banyak mukjizat kepada Nabi Sulaiman AS:
- Bisa berbicara dengan hewan dan jin.
- Bisa menundukkan angin untuk membawa beliau ke mana saja.
- Bisa memerintah jin untuk membangun istana dan benteng.
- Diberi kerajaan yang sangat luas dan megah.
- Bisa memahami bahasa semut dan burung.
Allah berfirman dalam QS. An-Naml ayat 16:
وَوَرِثَ سُلَيْمٰنُ دَاوٗدَ وَقَالَ يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ عُلِّمْنَا مَنْطِقَ الطَّيْرِ وَاُوْتِيْنَا مِنْ كُلِّ شَيْءٍ ۗ اِنَّ هٰذَا لَهُوَ الْفَضْلُ الْمُبِيْنُ
Wa waritsa Sulaimânu Dâwûda wa qâla yâ ayyuhan-nâsu ‘ullimnâ manthiqath-thairi wa ûtînâ min kulli syai’, inna hâdzâ lahuwal-fadhlul-mubîn.
Dan Sulaiman telah mewarisi Daud, dan dia (Sulaiman) berkata, “Wahai manusia! Kami telah diajari bahasa burung dan kami diberi segala sesuatu. Sungguh, (semua) ini benar-benar karunia yang nyata.”
Kisah dengan Ratu Bilqis
Ratu Bilqis dari Saba’ (Yaman) menyembah matahari. Nabi Sulaiman AS mengirim surat kepada Ratu Bilqis untuk mengajaknya menyembah Allah. Ratu Bilqis akhirnya datang ke istana Nabi Sulaiman AS dan menyaksikan keajaiban istana beliau.
Setelah melihat kebesaran Allah, Ratu Bilqis akhirnya beriman kepada Allah. Beliau berkata dalam QS. An-Naml ayat 44:
رَبِّ اِنِّيْ ظَلَمْتُ نَفْسِيْ وَاَسْلَمْتُ مَعَ سُلَيْمٰنَ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ
Rabbi innî zhalamtu nafsî wa aslamtu ma’a Sulaimâna lillâhi rabbil-‘âlamîn.
Ya Tuhanku, sesungguhnya aku telah menzalimi diriku sendiri, dan aku berserah diri bersama Sulaiman kepada Allah, Tuhan seluruh alam.
Kisah dengan Semut
Saat Nabi Sulaiman AS melewati lembah semut, beliau mendengar seekor semut berkata kepada kaumnya untuk masuk ke sarang agar tidak terinjak oleh pasukan Nabi Sulaiman. Nabi Sulaiman AS tersenyum dan bersyukur kepada Allah.
Allah berfirman dalam QS. An-Naml ayat 19:
فَتَبَسَّمَ ضَاحِكًا مِّنْ قَوْلِهَا وَقَالَ رَبِّ اَوْزِعْنِيْٓ اَنْ اَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِيْٓ اَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلٰى وَالِدَيَّ وَاَنْ اَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضٰىهُ وَاَدْخِلْنِيْ بِرَحْمَتِكَ فِيْ عِبَادِكَ الصّٰلِحِيْنَ
Fa tabassama dhâhikam min qaulihâ wa qâla rabbi auzi’nî an asykura ni’matakal-latî an’amta ‘alayya wa ‘alâ wâlidayya wa an a’mala shâlihan tardhâhu wa adkhilnî birahmatika fî ‘ibâdikash-shâlihîn.
Maka dia (Sulaiman) tersenyum seraya tertawa karena (mendengar) perkataannya (semut). Dia berkata, “Ya Tuhanku, anugerahkanlah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada kedua orang tuaku dan agar aku mengerjakan kebajikan yang Engkau ridhai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh.”
Kesombongan Membawa Kehancuran
Meski diberi kerajaan besar, Nabi Sulaiman AS tetap rendah hati dan bersyukur. Ini berbeda dengan kaum Saba’ yang sombong karena kekayaan mereka, sehingga akhirnya dihancurkan oleh Allah.
Kesimpulan
Kisah Nabi Sulaiman AS mengajarkan kita tentang syukur atas nikmat Allah, kepemimpinan yang adil, dan bahaya kesombongan. Meski diberi kerajaan besar, Nabi Sulaiman AS tetap rendah hati dan bersyukur. Semoga kita bisa meneladani beliau.
Wallâhu a’lam bish-shawâb.




