Cerita • Teladan • Hikmah

Islamipedia.id

Nabi Ibrahim Bagian 7 dari 7

Nabi Ibrahim AS: Ujian Kurban dan Makna Iduladha

Nabi Ibrahim AS: Ujian Kurban dan Makna Iduladha

Ujian paling berat dalam hidup Nabi Ibrahim AS adalah perintah menyembelih putranya sendiri. Kisah ini menjadi dasar ibadah kurban dan peringatan Iduladha bagi umat Islam. Artikel ini membahas kisah ujian kurban Nabi Ibrahim berdasarkan ayat-ayat Al-Quran dan hadis sahih, sebagai bagian dari Kisah Para Nabi di Kisah Islamipedia.

Mimpi Nabi Ibrahim AS

Setelah putranya tumbuh besar dan bisa membantu beliau, Nabi Ibrahim diuji dengan mimpi menyembelih putranya. Para ulama menjelaskan bahwa mimpi para nabi adalah wahyu. Allah berfirman dalam QS. Ash-Shaffat ayat 102:

فَلَمَّا بَلَغَ مَعَهُ السَّعْيَ قَالَ يٰبُنَيَّ اِنِّيْٓ اَرٰى فِى الْمَنَامِ اَنِّيْٓ اَذْبَحُكَ فَانْظُرْ مَاذَا تَرٰىۗ قَالَ يٰٓاَبَتِ افْعَلْ مَا تُؤْمَرُۖ سَتَجِدُنِيْٓ اِنْ شَاۤءَ اللّٰهُ مِنَ الصّٰبِرِيْنَ

Fa lammâ balagha ma’ahus-sa’ya qâla yâ bunayya innî arâ fil-manâmi annî adzbahuka fanzhur mâdzâ tarâ, qâla yâ abatif’al mâ tu’mar, satajidunî in syâ’allâhu minash-shâbirîn.

Maka ketika anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersamanya, (Ibrahim) berkata, “Wahai anakku! Sesungguhnya aku bermimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka pikirkanlah bagaimana pendapatmu!” Dia (anaknya) menjawab, “Wahai ayahku! Lakukanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah engkau akan mendapatiku termasuk orang yang sabar.”

Ketaatan Ayah dan Anak

Ketika keduanya telah berserah diri dan Nabi Ibrahim membaringkan putranya, Allah memanggil beliau dan menyatakan bahwa beliau telah membenarkan mimpi itu (QS. Ash-Shaffat: 103-105). Ujian ini adalah ujian yang nyata (QS. Ash-Shaffat: 106). Keduanya menunjukkan ketaatan luar biasa: ayah melaksanakan perintah, anak menerima dengan sabar.

Tebusan dari Allah

Allah mengganti putranya dengan hewan sembelihan. Allah berfirman dalam QS. Ash-Shaffat ayat 107:

وَفَدَيْنٰهُ بِذِبْحٍ عَظِيْمٍ

Wa fadaynâhu bidzibhin ‘azhîm.

Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar.

Peristiwa ini diperingati umat Islam setiap Iduladha melalui ibadah kurban. Mayoritas ulama, di antaranya Ibnu Katsir, berpendapat bahwa putra yang dimaksud adalah Ismail AS, meskipun Al-Quran tidak menyebut namanya.

Makna Kurban dalam Islam

  • Kurban adalah bentuk ketaatan dan pendekatan diri kepada Allah.
  • Kurban mengajarkan kesediaan melepaskan yang dicintai demi Allah.
  • Daging kurban dibagikan kepada yang berhak sebagai bentuk kepedulian sosial.
  • Kurban bukan sekadar ritual, tetapi sarana pembinaan takwa.

Allah berfirman dalam QS. Al-Hajj ayat 37 bahwa yang sampai kepada Allah bukanlah daging dan darahnya, melainkan ketakwaan.

Pelajaran & Hikmah

  • Ujian terberat menyingkap kadar keimanan seseorang.
  • Ketaatan anak kepada orang tua dan Allah harus sejalan.
  • Allah mengganti pengorbanan dengan yang lebih baik bagi hamba-Nya.
  • Kurban menumbuhkan kepedulian sosial dan ketakwaan.
  • Peringatan Iduladha menghidupkan kembali nilai pengorbanan.

Kesimpulan

Ujian kurban Nabi Ibrahim AS mengajarkan ketaatan, kepasrahan, dan pengorbanan. Kisah ini menjadi dasar ibadah kurban yang penuh makna. Semoga kita dapat mengambil pelajaran dari kisah beliau dan menjalani hidup sesuai petunjuk Allah SWT.

Wallâhu a’lam bish-shawâb.

Rujukan

QS. Ash-Shaffat: 100-107

QS. Al-Hajj: 37

QS. Al-Baqarah: 196

Tafsir Ibnu Katsir tentang putra yang disembelih

Baca juga

Baca Al-Quran & Hadits

Kunjungi Islamipedia