Setelah menghadapi penolakan dan pembakaran, Nabi Ibrahim AS berhijrah menuju tempat yang diperintahkan Allah. Dari hijrah inilah lahir kisah pembangunan Ka’bah bersama putranya, Ismail AS. Artikel ini membahas kisah tersebut berdasarkan ayat-ayat Al-Quran dan hadis sahih, sebagai bagian dari Kisah Para Nabi di Kisah Islamipedia.
Hijrah Nabi Ibrahim AS
Dari seluruh kaumnya, hanya sedikit yang beriman, di antaranya Nabi Luth AS yang dalam riwayat adalah keponakan beliau. Nabi Ibrahim kemudian berhijrah menuju tempat yang diperintahkan Allah. Allah berfirman dalam QS. Al-Ankabut ayat 26:
فَاٰمَنَ لَهٗ لُوْطٌۘ وَقَالَ اِنِّيْ مُهَاجِرٌ اِلٰى رَبِّيْۗ اِنَّهٗ هُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ
Fa âmana lahû Lûth, wa qâla innî muhâjirun ilâ rabbî, innahû huwal-‘azîzul-hakîm.
Maka Luth membenarkan (kenabian)nya. Dan dia (Ibrahim) berkata, “Sesungguhnya aku harus berpindah ke (tempat yang diperintahkan) Tuhanku; sungguh, Dialah Yang Maha Perkasa, Mahabijaksana.”
Meninggalkan Hajar dan Ismail di Makkah
Menurut hadis riwayat Al-Bukhari dari Ibnu Abbas, atas perintah Allah Nabi Ibrahim membawa Hajar dan bayi Ismail ke lembah Makkah yang tandus, lalu meninggalkan keduanya dengan penuh tawakal. Hajar berlari di antara Shafa dan Marwa mencari air, hingga Allah memancarkan air Zamzam. Peristiwa inilah yang menjadi asal sa’i dalam ibadah haji dan umrah.
Kabar Gembira Kelahiran Ishaq
Dalam perjalanan hidupnya, para malaikat datang kepada beliau membawa kabar gembira tentang kelahiran Ishaq, sekaligus menyampaikan bahwa kaum Nabi Luth akan dibinasakan (QS. Hud: 69-76). Allah berfirman dalam QS. Ash-Shaffat ayat 112:
وَبَشَّرْنٰهُ بِاِسْحٰقَ نَبِيًّا مِّنَ الصّٰلِحِيْنَ
Wa basysyarnâhu bi-Ishâqa nabiyyam minash-shâlihîn.
Dan Kami beri dia kabar gembira dengan (kelahiran) Ishaq, seorang nabi di antara orang-orang yang saleh.
Membangun Ka’bah Bersama Ismail
Nabi Ibrahim AS bersama putranya, Nabi Ismail AS, membangun Ka’bah di Makkah. Dalam hadis riwayat Al-Bukhari, Nabi Ismail membawakan batu dan Nabi Ibrahim menyusunnya, hingga beliau berdiri di atas sebuah batu, yang kini dikenal sebagai Maqam Ibrahim. Sambil bekerja, keduanya berdoa. Allah berfirman dalam QS. Al-Baqarah ayat 127:
وَاِذْ يَرْفَعُ اِبْرٰهٖمُ الْقَوَاعِدَ مِنَ الْبَيْتِ وَاِسْمٰعِيْلُۗ رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّاۗ اِنَّكَ اَنْتَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ
Wa idz yarfa’u Ibrâhîmul-qawâ’ida minal-baiti wa Ismâ’îl, rabbanâ taqabbal minnâ, innaka antas-samî’ul-‘alîm.
Dan (ingatlah) ketika Ibrahim meninggikan fondasi Baitullah bersama Ismail, (seraya berdoa), “Ya Tuhan kami, terimalah (amal) dari kami. Sungguh, Engkaulah Yang Maha Mendengar, Maha Mengetahui.”
Seruan Haji
Allah juga memerintahkan beliau menyeru manusia untuk berhaji. Allah berfirman dalam QS. Al-Hajj ayat 27:
وَاَذِّنْ فِى النَّاسِ بِالْحَجِّ يَأْتُوْكَ رِجَالًا وَّعَلٰى كُلِّ ضَامِرٍ يَّأْتِيْنَ مِنْ كُلِّ فَجٍّ عَمِيْقٍۙ
Wa adzdzin fin-nâsi bil-hajji ya’tûka rijâlaw wa ‘alâ kulli dhâmiriy ya’tîna min kulli fajjin ‘amîq.
Dan serukanlah manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki, dan dengan mengendarai unta yang kurus yang datang dari segenap penjuru yang jauh.
Seruan itu terus bergema hingga kini, ketika jutaan umat Islam datang ke Makkah setiap tahun. Kelak, Nabi Muhammad ﷺ diperintahkan mengikuti agama Ibrahim yang lurus (QS. An-Nahl: 123).
Pelajaran & Hikmah
- Hijrah adalah bagian dari perjuangan menegakkan tauhid.
- Tawakal kepada Allah melahirkan keberkahan yang tak terduga.
- Pembangunan Ka’bah melibatkan doa, bukan sekadar kerja fisik.
- Seruan haji adalah warisan Nabi Ibrahim yang terus hidup.
- Ketaatan kepada Allah harus diwariskan kepada generasi berikutnya.
Kesimpulan
Hijrah Nabi Ibrahim dan pembangunan Ka’bah bersama Ismail AS mengajarkan tawakal, doa, dan warisan tauhid. Semoga kita dapat mengambil pelajaran dari kisah beliau dan menjalani hidup sesuai petunjuk Allah SWT.
Wallâhu a’lam bish-shawâb.





