Cerita • Teladan • Hikmah

Islamipedia.id

Nabi Ibrahim Bagian 5 dari 7

Nabi Ibrahim Menghancurkan Berhala dan Dilempar ke Api

Nabi Ibrahim Menghancurkan Berhala dan Dilempar ke Api

Keberanian Nabi Ibrahim AS membela tauhid mencapai puncaknya ketika beliau menghancurkan berhala-berhala kaumnya. Peristiwa ini berujung pada hukuman bakar, yang justru menjadi salah satu mukjizat terbesar beliau. Artikel ini membahas kisah tersebut berdasarkan ayat-ayat Al-Quran dan hadis sahih, sebagai bagian dari Kisah Para Nabi di Kisah Islamipedia.

Penolakan Kaum terhadap Dakwah

Nabi Ibrahim AS menyeru kaumnya untuk meninggalkan berhala dan menyembah Allah. Namun, mereka menolak dengan alasan mengikuti nenek moyang. Allah berfirman dalam QS. Al-Anbiya ayat 52-53 bahwa mereka hanya mengikuti warisan nenek moyang tanpa dasar.

Menghancurkan Berhala

Ketika kaumnya pergi meninggalkan tempat ibadah mereka, Nabi Ibrahim menghancurkan berhala-berhala itu berkeping-keping, kecuali yang paling besar, agar mereka kembali kepadanya untuk bertanya (QS. Al-Anbiya: 57-58). Ketika kaumnya mendapati berhala mereka hancur, mereka menuduh Nabi Ibrahim sebagai pelakunya. Allah berfirman dalam QS. Al-Anbiya ayat 62-63:

قَالُوْٓا ءَاَنْتَ فَعَلْتَ هٰذَا بِاٰلِهَتِنَا يٰٓاِبْرٰهِيْمُۗ قَالَ بَلْ فَعَلَهٗ كَبِيْرُهُمْ هٰذَا فَسْـَٔلُوْهُمْ اِنْ كَانُوْا يَنْطِقُوْنَ

Qâlû a-anta fa’alta hâdzâ bi’âlihatinâ yâ Ibrâhîm. Qâla bal fa’alahû kabîruhum hâdzâ fas’alûhum in kânû yanthiqûn.

Mereka bertanya, “Apakah engkau yang melakukan perbuatan ini terhadap tuhan-tuhan kami, wahai Ibrahim?” Dia (Ibrahim) menjawab, “Sebenarnya yang melakukannya ialah yang besar di antara mereka (berhala) ini, maka tanyakanlah kepada mereka, jika mereka dapat berbicara.”

Kaumnya terdiam dan menundukkan kepala, lalu mengakui bahwa berhala-berhala itu tidak dapat berbicara (QS. Al-Anbiya: 64-65). Nabi Ibrahim mengecam mereka karena menyembah sesuatu yang tidak dapat memberi manfaat maupun mencelakakan (QS. Al-Anbiya: 66-67).

Keputusan Membakar Nabi Ibrahim

Kaum Nabi Ibrahim marah dan memutuskan untuk membakar beliau hidup-hidup demi membela tuhan-tuhan mereka (QS. Al-Anbiya: 68). Mereka menyiapkan api besar dan melemparkan beliau ke dalamnya.

Mukjizat: Api Menjadi Dingin

Dalam hadis riwayat Al-Bukhari dari Ibnu Abbas, ketika dilemparkan ke dalam api, Nabi Ibrahim mengucapkan:

حَسْبُنَا اللّٰهُ وَنِعْمَ الْوَكِيْلُ

Hasbunallâhu wa ni’mal-wakîl.

Cukuplah Allah bagi kami, dan Dia sebaik-baik pelindung.

Allah menyelamatkan beliau dengan perintah-Nya kepada api. Allah berfirman dalam QS. Al-Anbiya ayat 69:

قُلْنَا يٰنَارُ كُوْنِيْ بَرْدًا وَّسَلٰمًا عَلٰٓى اِبْرٰهِيْمَۙ

Qulnâ yâ nâru kûnî bardaw wa salâman ‘alâ Ibrâhîm.

Kami berfirman, “Wahai api! Jadilah kamu dingin, dan penyelamat bagi Ibrahim!”

Mereka bermaksud mencelakakan beliau, tetapi Allah menjadikan mereka orang-orang yang paling rugi (QS. Al-Anbiya: 70).

Pelajaran & Hikmah

  • Keberanian membela tauhid harus dilandasi keyakinan kepada Allah.
  • Dakwah dengan logika dapat membungkam lawan.
  • Tawakal kepada Allah adalah senjata utama menghadapi ancaman.
  • Mukjizat terjadi atas kehendak Allah, bukan kekuatan manusia.
  • Kezaliman tidak akan pernah mengalahkan kebenaran.

Kesimpulan

Kisah Nabi Ibrahim menghancurkan berhala dan dilempar ke api mengajarkan keberanian, tawakal, dan keyakinan bahwa Allah melindungi hamba-Nya. Semoga kita dapat mengambil pelajaran dari kisah beliau dan menjalani hidup sesuai petunjuk Allah SWT.

Wallâhu a’lam bish-shawâb.

Rujukan

QS. Al-Anbiya: 51-70

QS. Ash-Shaffat: 83-98

QS. Al-Ankabut: 16-18

HR. Bukhari

Baca juga

Baca Al-Quran & Hadits

Kunjungi Islamipedia