Cerita • Teladan • Hikmah

Islamipedia.id

Nabi Musa Bagian 3 dari 7

Nabi Musa Menghadapi Firaun dan Para Pesihir

Nabi Musa Menghadapi Firaun dan Para Pesihir

Nabi Musa AS diutus kepada Firaun, raja yang paling zalim pada masanya. Dakwah beliau penuh dengan tantangan, mulai dari penolakan hingga duel dengan para pesihir. Artikel ini membahas kisah Nabi Musa menghadapi Firaun dan para pesihir berdasarkan ayat-ayat Al-Quran dan hadis sahih, sebagai bagian dari Kisah Para Nabi di Kisah Islamipedia.

Perintah Menghadap Firaun

Nabi Musa dan Nabi Harun diperintahkan berbicara dengan lemah lembut kepada Firaun. Allah berfirman dalam QS. Thaha ayat 43-44:

اِذْهَبَآ اِلٰى فِرْعَوْنَ اِنَّهٗ طَغٰىۚ فَقُوْلَا لَهٗ قَوْلًا لَّيِّنًا لَّعَلَّهٗ يَتَذَكَّرُ اَوْ يَخْشٰى

Idzhabâ ilâ Fir’auna innahû thaghâ, faqûlâ lahû qaulal layyinal la’allahû yatadzakkaru au yakhsyâ.

Pergilah kamu berdua kepada Fir’aun, sesungguhnya dia telah melampaui batas; maka berbicaralah kamu berdua kepadanya (Fir’aun) dengan perkataan yang lemah lembut, mudah-mudahan dia sadar atau takut.

Klaim Firaun sebagai Tuhan

Firaun menolak dakwah itu dengan sombong. Ia bahkan mengaku sebagai tuhan. Allah berfirman dalam QS. An-Nazi’at ayat 24:

فَقَالَ اَنَا رَبُّكُمُ الْاَعْلٰىۖ

Fa qâla anâ rabbukumul-a’lâ.

Dia berkata, “Akulah tuhanmu yang paling tinggi.”

Duel dengan Para Pesihir

Firaun menuduh mukjizat Nabi Musa sebagai sihir dan mengumpulkan para pesihir terbaik untuk menandinginya pada hari yang ditentukan. Nabi Musa menerima tantangan itu. Allah menguatkan beliau dalam QS. Thaha ayat 69:

وَاَلْقِ مَا فِيْ يَمِيْنِكَ تَلْقَفْ مَا صَنَعُوْاۗ اِنَّمَا صَنَعُوْا كَيْدُ سٰحِرٍۗ وَلَا يُفْلِحُ السَّاحِرُ حَيْثُ اَتٰى

Wa alqi mâ fî yamînika talqaf mâ shana’û, innamâ shana’û kaidu sâhir, wa lâ yuflihus-sâhiru haitsu atâ.

Dan lemparkanlah apa yang ada di tangan kananmu, niscaya ia akan menelan apa yang mereka buat. Apa yang mereka buat itu hanyalah tipu daya pesihir (belaka). Dan tidak akan menang pesihir itu, dari mana pun ia datang.

Keimanan Para Pesihir

Tongkat Nabi Musa menelan semua yang mereka buat. Para pesihir langsung menyadari bahwa itu bukan sihir. Allah berfirman dalam QS. Thaha ayat 70:

فَاُلْقِيَ السَّحَرَةُ سُجَّدًا قَالُوْٓا اٰمَنَّا بِرَبِّ هٰرُوْنَ وَمُوْسٰى

Fa ulqiyas-saharatu sujjadan qâlû âmannâ birabbi Hârûna wa Mûsâ.

Maka para pesihir itu merebahkan diri dengan bersujud, seraya berkata, “Kami telah beriman kepada Tuhannya Harun dan Musa.”

Firaun murka dan mengancam akan memotong tangan dan kaki mereka secara silang serta menyalib mereka. Para pesihir tetap teguh pada iman mereka (QS. Thaha: 71-73).

Azab Allah kepada Firaun

Meski demikian, Firaun dan para pembesarnya tetap ingkar. Allah mengirimkan serangkaian azab kepada mereka, yaitu musim paceklik, banjir, belalang, kutu, katak, dan darah, tetapi setiap kali azab dihilangkan mereka kembali melanggar janji (QS. Al-A’raf: 130-135). Di tengah keluarga Firaun sendiri ada orang beriman yang menyembunyikan imannya (QS. Ghafir: 28), dan istri Firaun juga beriman serta memohon rumah di surga (QS. At-Tahrim: 11).

Pelajaran & Hikmah

  • Dakwah harus disampaikan dengan lemah lembut, bahkan kepada penguasa zalim.
  • Kesombongan Firaun adalah contoh kehancuran akibat takabur.
  • Kebenaran mukjizat mengalahkan tipu daya pesihir.
  • Iman sejati tidak goyah oleh ancaman.
  • Azab Allah datang bagi mereka yang terus membangkang.

Kesimpulan

Kisah Nabi Musa menghadapi Firaun dan para pesihir mengajarkan keberanian, keteguhan iman, dan kekuasaan Allah. Semoga kita dapat mengambil pelajaran dari kisah beliau dan menjalani hidup sesuai petunjuk Allah SWT.

Wallâhu a’lam bish-shawâb.

Rujukan

QS. Thaha: 43-44, 69-73

QS. An-Nazi'at: 24

QS. Al-A'raf: 130-135

QS. At-Tahrim: 11

Baca juga

Baca Al-Quran & Hadits

Kunjungi Islamipedia