Puncak mukjizat Nabi Musa AS adalah terbelahnya laut yang menyelamatkan Bani Israil dan menenggelamkan Firaun. Peristiwa ini menjadi salah satu tanda kekuasaan Allah yang paling agung. Artikel ini membahas kisah tersebut berdasarkan ayat-ayat Al-Quran dan hadis sahih, sebagai bagian dari Kisah Para Nabi di Kisah Islamipedia.
Pengejaran Firaun
Allah memerintahkan Nabi Musa membawa Bani Israil keluar pada malam hari. Firaun mengetahuinya dan mengerahkan pasukan mengejar mereka (QS. Asy-Syu’ara: 52-60). Ketika sampai di tepi laut, kedua pasukan saling melihat. Para pengikut Musa panik, tetapi beliau tetap yakin. Allah berfirman dalam QS. Asy-Syu’ara ayat 61-62:
فَلَمَّا تَرَاۤءَا الْجَمْعٰنِ قَالَ اَصْحٰبُ مُوْسٰىٓ اِنَّا لَمُدْرَكُوْنَۚ قَالَ كَلَّاۚ اِنَّ مَعِيَ رَبِّيْ سَيَهْدِيْنِ
Fa lammâ tarâ’al-jam’âni qâla ash-hâbu Mûsâ innâ lamudrakûn, qâla kallâ inna ma’iya rabbî sayahdîn.
Maka ketika kedua golongan itu saling melihat, berkatalah para pengikut Musa, “Kita pasti akan tersusul.” Dia (Musa) menjawab, “Sekali-kali tidak (akan tersusul)! Sesungguhnya Tuhanku bersamaku, Dia akan memberi petunjuk kepadaku.”
Laut Terbelah
Lalu Allah memerintahkan beliau memukul laut dengan tongkatnya. Allah berfirman dalam QS. Asy-Syu’ara ayat 63:
فَاَوْحَيْنَآ اِلٰى مُوْسٰٓى اَنِ اضْرِبْ بِّعَصَاكَ الْبَحْرَۗ فَانْفَلَقَ فَكَانَ كُلُّ فِرْقٍ كَالطَّوْدِ الْعَظِيْمِ
Fa auhainâ ilâ Mûsâ anidhrib bi’ashâkal-bahra fanfalaqa fa kâna kullu firqin kath-thaudil-‘azhîm.
Lalu Kami wahyukan kepada Musa, “Pukullah laut itu dengan tongkatmu.” Maka terbelahlah laut itu, dan tiap-tiap belahan seperti gunung yang besar.
Bani Israil menyeberang dengan selamat melalui jalan kering di tengah laut (QS. Thaha: 77).
Tenggelamnya Firaun
Firaun dan pasukannya ikut masuk ke jalan itu. Setelah Bani Israil selamat, laut kembali menutup dan menenggelamkan mereka semua (QS. Asy-Syu’ara: 64-66). Ketika Firaun hampir tenggelam, ia berkata bahwa dirinya beriman kepada Tuhan yang dipercayai Bani Israil (QS. Yunus: 90). Namun pengakuan itu datang setelah azab tiba, sehingga tidak diterima. Allah berfirman dalam QS. Yunus ayat 92:
فَالْيَوْمَ نُنَجِّيْكَ بِبَدَنِكَ لِتَكُوْنَ لِمَنْ خَلْفَكَ اٰيَةًۗ وَاِنَّ كَثِيْرًا مِّنَ النَّاسِ عَنْ اٰيٰتِنَا لَغٰفِلُوْنَ
Fal-yauma nunajjîka bibadanika litakûna liman khalfaka âyah, wa inna katsîram minan-nâsi ‘an âyâtinâ laghâfilûn.
Maka pada hari ini Kami selamatkan jasadmu agar engkau menjadi pelajaran bagi orang-orang yang datang setelahmu, dan sungguh, kebanyakan manusia lengah dari tanda-tanda (kekuasaan) Kami.
Puasa Asyura
Dalam hadis riwayat Al-Bukhari dan Muslim dari Ibnu Abbas, ketika Rasulullah ﷺ tiba di Madinah, beliau mendapati orang Yahudi berpuasa pada hari Asyura karena itulah hari Allah menyelamatkan Musa dan Bani Israil dari Firaun. Beliau bersabda bahwa kaum muslimin lebih berhak atas Musa, lalu beliau berpuasa dan memerintahkan umatnya berpuasa pada hari itu.
Pelajaran & Hikmah
- Pertolongan Allah datang saat hamba-Nya yakin dan tawakal.
- Kezaliman akan berakhir, meski tampak kuat.
- Pengakuan iman setelah azab tiba tidak bermanfaat.
- Peristiwa besar menjadi pelajaran bagi generasi berikutnya.
- Kesabaran dan keyakinan membawa keselamatan.
Kesimpulan
Kisah Nabi Musa membelah laut dan tenggelamnya Firaun mengajarkan kekuasaan Allah, keselamatan bagi orang beriman, dan kehancuran bagi kezaliman. Semoga kita dapat mengambil pelajaran dari kisah beliau dan menjalani hidup sesuai petunjuk Allah SWT.
Wallâhu a’lam bish-shawâb.





