Cerita • Teladan • Hikmah

Islamipedia.id

Nabi Adam Bagian 7 dari 8

Habil dan Qabil: Pembunuhan Pertama di Bumi

Habil dan Qabil: Pembunuhan Pertama di Bumi

Al-Quran mengabadikan kisah dua putra Nabi Adam AS, yang dalam riwayat dikenal bernama Habil dan Qabil. Kisah ini mencatat peristiwa pembunuhan pertama dalam sejarah manusia, berawal dari iri hati. Artikel ini membahas kisah tersebut berdasarkan ayat-ayat Al-Quran dan hadis sahih, sebagai bagian dari Kisah Nabi Adam di Kisah Islamipedia.

Persembahan Kurban Dua Putra Adam

Al-Quran mengisahkan dua putra Adam yang mempersembahkan kurban, tetapi hanya kurban salah satunya yang diterima (QS. Al-Ma’idah: 27-31). Yang tidak diterima merasa iri dan mengancam saudaranya. Saudaranya menjawab dengan prinsip yang menjadi pelajaran bagi semua orang, sebagaimana firman Allah dalam QS. Al-Ma’idah ayat 27 (bagian akhir):

اِنَّمَا يَتَقَبَّلُ اللّٰهُ مِنَ الْمُتَّقِيْنَ

Innamâ yataqabbalullâhu minal-muttaqîn.

Sesungguhnya Allah hanya menerima (amal) dari orang-orang yang bertakwa.

Iri Hati dan Ancaman

Iri hati yang dibiarkan tumbuh subur berujung pada ancaman pembunuhan. Pihak yang terancam mengingatkan bahwa ia tidak akan melawan, tetapi menyerahkan urusannya kepada Allah. Ia takut kepada Allah, bukan kepada manusia.

Pembunuhan Pertama dalam Sejarah

Peristiwa ini tercatat sebagai pembunuhan pertama dalam sejarah manusia. Setelah membunuh saudaranya, pembunuh kebingungan mengurus jasad. Allah mengutus burung gagak untuk mengajarkan cara mengubur, sebagaimana disebut dalam QS. Al-Ma’idah ayat 31. Ia pun menyesal, tetapi penyesalan setelah perbuatan tidak lagi mengembalikan nyawa.

Tokoh-tokoh yang Terlibat

  • Habil: Putra Nabi Adam yang kurbannya diterima dan menjadi korban pembunuhan.
  • Qabil: Putra Nabi Adam yang kurbannya tidak diterima dan melakukan pembunuhan.
  • Nabi Adam AS: Ayah keduanya yang bersedih atas peristiwa tersebut.

Pelajaran & Hikmah

  • Iri hati dapat menghancurkan hubungan persaudaraan.
  • Amal hanya diterima jika dilandasi ketakwaan.
  • Menahan diri dari kejahatan adalah bentuk ketakwaan.
  • Penyesalan setelah kejahatan tidak selalu memperbaiki keadaan.
  • Pembunuhan adalah dosa besar yang berdampak luas.

Kesimpulan

Kisah Habil dan Qabil mengajarkan bahaya iri hati dan pentingnya menjaga persaudaraan. Peristiwa ini menjadi peringatan agar kita mengendalikan diri dan mendekatkan diri kepada Allah. Semoga kita dapat mengambil pelajaran dari kisah beliau dan menjalani hidup sesuai petunjuk Allah SWT.

Wallâhu a’lam bish-shawâb.

Rujukan

QS. Al-Ma'idah: 27-31

QS. Al-Ma'idah: 27

QS. Al-Ma'idah: 31

Hadis riwayat Bukhari-Muslim tentang pembunuhan pertama

Baca juga

Baca Al-Quran & Hadits

Kunjungi Islamipedia