Cerita • Teladan • Hikmah

Islamipedia.id

Nabi-nabi Lain Bagian 18 dari 18

Kisah Nabi Sulaiman AS dan Ratu Bilqis: Kebijaksanaan Seorang Raja

Kisah Nabi Sulaiman AS dan Ratu Bilqis: Kebijaksanaan Seorang Raja

Kisah Nabi Sulaiman AS dan Ratu Bilqis adalah salah satu kisah paling menarik dalam Al-Quran. Di balik kemegahan kerajaan dan mukjizat yang luar biasa, kisah ini mengajarkan tentang tauhid, kebijaksanaan, dan kerendahan hati seorang pemimpin. Artikel ini membahas kisah tersebut berdasarkan ayat-ayat Al-Quran dan hadis sahih, sebagai bagian dari Kisah Para Nabi di Kisah Islamipedia.

Latar Belakang: Kerajaan Nabi Sulaiman AS

Nabi Sulaiman AS adalah putra Nabi Daud AS. Allah menganugerahkan kepadanya kerajaan yang tidak diberikan kepada siapa pun setelahnya, termasuk kemampuan memahami bahasa burung dan hewan, menundukkan angin, serta menguasai jin (QS. An-Naml: 16). Meski memiliki kekuasaan luar biasa, beliau tetap rendah hati dan bersyukur kepada Allah.

Berita tentang Ratu Bilqis

Dalam perjalanan bersama pasukannya, Nabi Sulaiman AS melewati lembah semut dan mendengar seekor semut memperingatkan kaumnya (QS. An-Naml: 18-19). Beliau tersenyum dan bersyukur atas nikmat Allah. Tidak lama kemudian, burung Hud-hud datang membawa berita tentang sebuah negeri yang dipimpin seorang ratu. Allah berfirman dalam QS. An-Naml ayat 23-24:

اِنِّيْ وَجَدْتُّ امْرَاَةً تَمْلِكُهُمْ وَاُوْتِيَتْ مِنْ كُلِّ شَيْءٍ وَّلَهَا عَرْشٌ عَظِيْمٌۗ وَجَدْتُّهَا وَقَوْمَهَا يَسْجُدُوْنَ لِلشَّمْسِ مِنْ دُوْنِ اللّٰهِ

Innî wajattumra’atan tamlikuhum wa ûtiyat min kulli syai’iw wa lahâ ‘arsyun ‘azhîm, wajattuhâ wa qaumahâ yasjudûna lisy-syamsi min dûnillâh.

Sesungguhnya aku mendapati ada seorang perempuan yang memerintah mereka, dan dia dianugerahi segala sesuatu serta mempunyai singgasana yang besar. Aku mendapati dia dan kaumnya menyembah matahari, selain Allah.

Surat Nabi Sulaiman AS kepada Ratu Bilqis

Nabi Sulaiman AS menulis surat kepada Ratu Bilqis yang berisi seruan tauhid. Allah berfirman dalam QS. An-Naml ayat 30-31:

اِنَّهٗ مِنْ سُلَيْمٰنَ وَاِنَّهٗ بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِۙ اَلَّا تَعْلُوْا عَلَيَّ وَاْتُوْنِيْ مُسْلِمِيْنَ

Innahû min Sulaimâna wa innahû bismillâhir-rahmânir-rahîm, allâ ta’lû ‘alayya wa’tûnî muslimîn.

Sesungguhnya (surat) itu dari Sulaiman yang isinya, “Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang, janganlah kamu berlaku sombong terhadapku dan datanglah kepadaku sebagai orang-orang yang berserah diri.”

Musyawarah Ratu Bilqis dengan Para Pembesarnya

Ratu Bilqis membaca surat itu dan bermusyawarah dengan para pembesarnya. Mereka menawarkan kekuatan militer, tetapi sang ratu memilih jalan damai dan mengirim hadiah kepada Nabi Sulaiman AS untuk menguji reaksinya. Nabi Sulaiman AS menolak hadiah itu dan menegaskan bahwa yang beliau inginkan adalah keimanan mereka kepada Allah.

Singgasana Ratu Bilqis Dipindahkan

Sebelum Ratu Bilqis datang, Nabi Sulaiman AS ingin menunjukkan kekuasaan Allah dengan memindahkan singgasana ratu ke istananya. Allah berfirman dalam QS. An-Naml ayat 38-40 bahwa seorang dari jin menawarkan membawa singgasana itu sebelum majelis berakhir, dan seorang yang berilmu dari Ahli Kitab menawarkan lebih cepat lagi dengan izin Allah. Singgasana itu pun dipindahkan dalam sekejap mata. Nabi Sulaiman AS bersyukur dan menyadari bahwa itu adalah ujian dari Allah.

Keimanan Ratu Bilqis

Ketika Ratu Bilqis tiba, singgasananya telah diubah sedikit untuk menguji pengenalannya. Ia mengenali singgasananya dan takjub. Nabi Sulaiman AS mengajaknya masuk ke istana yang lantainya terbuat dari kaca, sehingga sang ratu menyangka itu air. Allah berfirman dalam QS. An-Naml ayat 44 (potongan ayat):

قَالَتْ رَبِّ اِنِّيْ ظَلَمْتُ نَفْسِيْ وَاَسْلَمْتُ مَعَ سُلَيْمٰنَ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ

Qâlat rabbi innî zhalamtu nafsî wa aslamtu ma’a Sulaimâna lillâhi rabbil-‘âlamîn.

Dia (Bilqis) berkata, “Ya Tuhanku, sungguh aku telah menzalimi diriku sendiri, dan aku berserah diri bersama Sulaiman kepada Allah, Tuhan seluruh alam.”

Tokoh-tokoh yang Terlibat

  • Nabi Sulaiman AS: raja dan nabi yang bijaksana, mengajak Ratu Bilqis kepada tauhid.
  • Ratu Bilqis: pemimpin negeri Saba yang akhirnya beriman kepada Allah.
  • Burung Hud-hud: pembawa berita tentang negeri Saba.
  • Para pembesar Saba: mendampingi ratu dalam musyawarah.

Pelajaran & Hikmah

  • Kekuasaan dan kekayaan tidak boleh membuat manusia sombong.
  • Dakwah harus disampaikan dengan hikmah dan cara yang bijak.
  • Musyawarah adalah bagian dari kepemimpinan yang baik.
  • Hati yang terbuka dapat menerima kebenaran meski sebelumnya sesat.
  • Semua mukjizat adalah karunia Allah, bukan kekuatan manusia.

Kesimpulan

Kisah Nabi Sulaiman AS dan Ratu Bilqis mengajarkan tauhid, kebijaksanaan, dan kerendahan hati. Kekuasaan sejati adalah kekuasaan yang digunakan untuk mengajak manusia kepada Allah. Semoga kita dapat mengambil pelajaran dari kisah ini dan menjalani hidup sesuai petunjuk Allah SWT.

Wallâhu a’lam bish-shawâb.

Rujukan

QS. An-Naml: 16-44

QS. Al-Baqarah: 102

QS. Saba: 12-14

Tafsir Ibnu Katsir tentang QS. An-Naml: 30-31

Baca juga

Baca Al-Quran & Hadits

Kunjungi Islamipedia