Nabi Idris AS adalah salah satu nabi yang namanya disebut langsung dalam Al-Quran dengan pujian yang indah: seorang yang sangat jujur dan seorang nabi. Banyak riwayat menyebut beliau sebagai nabi yang dekat dengan ilmu dan tulisan. Mari simak kisah lengkapnya agar kita bisa meneladani kejujuran dan kesabarannya.
Profil Singkat Nabi Idris AS
Nabi Idris AS hidup setelah Nabi Adam AS dan sebelum Nabi Nuh AS, menurut pendapat yang banyak disebut para ahli sejarah Islam. Sebagian ulama menyebut nama lain beliau dalam tradisi terdahulu, tetapi Al-Quran hanya menyebut nama Idris dan sifat-sifat mulianya. Allah menggambarkan beliau sebagai shiddiq (sangat jujur dan membenarkan kebenaran) serta termasuk orang-orang yang sabar.
Nasab dan Latar Belakang
Al-Quran tidak merinci kelahiran dan masa kecil Nabi Idris AS. Riwayat para ulama menyebut beliau tumbuh sebagai orang yang gemar belajar dan beribadah. Karena itu, banyak kisah yang beredar tentangnya berasal dari riwayat sejarawan, sehingga kita perlu berhati-hati dan hanya meyakini apa yang jelas disebut dalam Al-Quran dan hadis sahih. Wallâhu a’lam.
Perjalanan Dakwah
Nabi Idris AS mengajak kaumnya menyembah Allah semata dan menjauhi perbuatan maksiat. Riwayat para ulama menyebut beliau termasuk orang pertama yang menulis dengan pena dan menjahit pakaian, serta mengajarkan kebaikan kepada manusia. Al-Quran menyebut keutamaan beliau dalam firman Allah:
وَاذْكُرْ فِي الْكِتَابِ إِدْرِيسَ ۚ إِنَّهُ كَانَ صِدِّيقًا نَبِيًّا وَرَفَعْنَاهُ مَكَانًا عَلِيًّا
Wadzkur fil-kitâbi Idrîs, innahû kâna shiddîqan nabiyyâ. Wa rafa’nâhu makânan ‘aliyyâ.
Dan ceritakanlah (Muhammad) kisah Idris di dalam Kitab (Al-Quran). Sesungguhnya dia adalah seorang yang sangat jujur dan seorang nabi. Dan Kami telah mengangkatnya ke martabat yang tinggi. (QS. Maryam: 56-57)
Para ulama berbeda pendapat tentang makna “diangkat ke tempat yang tinggi”. Ada yang menafsirkannya sebagai ketinggian derajat di sisi Allah. Dalam hadis tentang Isra Mi’raj, Rasulullah ﷺ bertemu Nabi Idris AS di langit keempat. Baca juga kisah Isra’ Mi’raj untuk melihat peristiwa agung tersebut.
Keistimewaan Nabi Idris AS
Al-Quran tidak menyebut mukjizat khusus Nabi Idris AS. Namun beliau memiliki keistimewaan yang jelas:
- Digelari shiddiq, yaitu sangat jujur dan membenarkan kebenaran.
- Termasuk orang-orang yang sabar dalam menjalankan perintah Allah.
- Diangkat ke martabat yang tinggi di sisi Allah.
Penyebutan Nabi Idris dalam Al-Quran
1. Termasuk Orang-orang yang Sabar
وَإِسْمَاعِيلَ وَإِدْرِيسَ وَذَا الْكِفْلِ ۖ كُلٌّ مِنَ الصَّابِرِينَ وَأَدْخَلْنَاهُمْ فِي رَحْمَتِنَا ۖ إِنَّهُمْ مِنَ الصَّالِحِينَ
Wa Ismâ’îla wa Idrîsa wa dzal kifl, kullum minash shâbirîn. Wa adkhalnâhum fî rahmatinâ, innahum minash shâlihîn.
Dan (ingatlah kisah) Ismail, Idris dan Zulkifli. Mereka semua termasuk orang-orang yang sabar. Dan Kami masukkan mereka ke dalam rahmat Kami. Sesungguhnya mereka termasuk orang-orang yang saleh. (QS. Al-Anbiya: 85-86)
Baca juga kisah Nabi Ismail AS yang disebut bersama beliau.
Kesimpulan
Nabi Idris AS adalah teladan kejujuran, kesabaran, dan kecintaan pada ilmu. Meski kisahnya tidak banyak dirinci, pujian Allah kepadanya cukup menjadi pelajaran bagi kita untuk menjaga kejujuran dan bersabar dalam ketaatan.
Wallâhu a’lam bish-shawâb.





