Cerita • Teladan • Hikmah

Islamipedia.id

Nabi-nabi Lain Bagian 16 dari 18

Kisah Nabi Hud AS Lengkap: Dakwah kepada Kaum ‘Ad

Kisah Nabi Hud AS Lengkap: Dakwah kepada Kaum ‘Ad

Nabi Hud AS adalah nabi yang diutus kepada kaum ‘Ad, bangsa yang kuat dan makmur namun sombong dan menyembah berhala. Kisahnya mengajarkan bahwa kekuatan dan kemewahan dunia tidak berarti apa-apa jika manusia melupakan Penciptanya. Berikut kisah lengkapnya.

Profil Singkat Nabi Hud AS

Nabi Hud AS diutus kepada kaum ‘Ad yang tinggal di wilayah Al-Ahqaf, di sekitar Jazirah Arab bagian selatan. Menurut riwayat para ulama, kaum ‘Ad adalah keturunan orang-orang beriman dari masa Nabi Nuh AS. Nabi Hud AS berasal dari kaumnya sendiri, sehingga mereka mengenal akhlak dan kejujurannya. Al-Quran menyebut beliau dengan sebutan “saudara mereka”.

Kaum ‘Ad dan Latar Belakang Nabi Hud

Kaum ‘Ad dikenal berbadan tinggi dan kuat, serta mampu membangun bangunan tinggi dan megah. Allah mengaruniai mereka kemakmuran. Namun mereka bersikap sombong, menindas yang lemah, dan menyembah berhala selain Allah. Al-Quran menyebut mereka dalam beberapa surah, antara lain Al-A’raf, Hud, dan Asy-Syu’ara.

Perjalanan Dakwah

Nabi Hud AS mengajak kaumnya menyembah Allah semata dan meninggalkan berhala. Allah berfirman:

وَإِلَىٰ عَادٍ أَخَاهُمْ هُودًا ۚ قَالَ يَا قَوْمِ اعْبُدُوا اللَّهَ مَا لَكُمْ مِنْ إِلَٰهٍ غَيْرُهُ

Wa ilâ ‘Âdin akhâhum Hûdâ, qâla yâ qaumi’budullâha mâ lakum min ilâhin ghairuh.

Dan kepada kaum ‘Ad (Kami utus) saudara mereka, Hud. Dia berkata, “Wahai kaumku! Sembahlah Allah, tidak ada tuhan (sembahan) bagimu selain Dia.” (QS. Hud: 50)

Sebagian besar kaum ‘Ad menolak. Mereka menuduh Nabi Hud AS kurang akal dan berdusta, lalu menantangnya mendatangkan azab. Sebagian kecil yang beriman tetap bersama beliau. Nabi Hud AS menjawab semua penolakan dengan sabar dan penuh tawakal.

Azab bagi Kaum ‘Ad

Ketika kaum ‘Ad terus mendustakan, Allah menurunkan azab. Al-Quran menyebut mereka dibinasakan dengan angin yang sangat dingin dan kencang yang bertiup terus-menerus selama tujuh malam dan delapan hari. Nabi Hud AS dan orang-orang beriman diselamatkan oleh Allah. Sebagian riwayat menyebut makam beliau berada di wilayah Hadramaut, namun lokasi tepatnya tidak dapat dipastikan. Wallâhu a’lam.

Doa dan Tawakal Nabi Hud AS

1. Pernyataan Tawakal kepada Allah

إِنِّي تَوَكَّلْتُ عَلَى اللَّهِ رَبِّي وَرَبِّكُمْ ۚ مَا مِنْ دَابَّةٍ إِلَّا هُوَ آخِذٌ بِنَاصِيَتِهَا ۚ إِنَّ رَبِّي عَلَىٰ صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ

Innî tawakkaltu ‘alallâhi rabbî wa rabbikum, mâ min dâbbatin illâ huwa âkhidzun bi nâshiyatihâ, inna rabbî ‘alâ shirâthim mustaqîm.

Sesungguhnya aku bertawakal kepada Allah, Tuhanku dan Tuhanmu. Tidak ada satu binatang melata pun melainkan Dialah yang memegang ubun-ubunnya. Sungguh, Tuhanku di jalan yang lurus. (QS. Hud: 56)

Ayat ini diucapkan Nabi Hud AS ketika kaumnya mengancamnya. Beliau menunjukkan keyakinan penuh bahwa segala sesuatu berada dalam kekuasaan Allah. Kisah Nabi Shaleh AS yang diutus kepada kaum Tsamud juga menarik untuk dibaca sebagai kelanjutan.

Kesimpulan

Kisah Nabi Hud AS mengingatkan kita bahwa kekuatan fisik dan kemakmuran bukan jaminan keselamatan. Hanya iman, tawakal, dan ketaatan kepada Allah yang menyelamatkan manusia, di dunia maupun di akhirat.

Wallâhu a’lam bish-shawâb.

Rujukan

QS. Al-A'raf: 65-72

QS. Hud: 50-60

QS. Al-Ahqaf: 21-26

QS. Al-Haqqah: 6-8

Qashashul Anbiya (Ibnu Katsir)

Baca juga

Baca Al-Quran & Hadits

Kunjungi Islamipedia