Nabi Shaleh AS diutus kepada kaum Tsamud, bangsa yang pandai memahat gunung menjadi rumah-rumah megah. Allah memberinya mukjizat berupa unta betina yang keluar dari batu. Kisah ini mengajarkan betapa besar akibat dari mendustakan tanda-tanda kebesaran Allah.
Profil Singkat Nabi Shaleh AS
Nabi Shaleh AS diutus kepada kaum Tsamud yang tinggal di daerah Al-Hijr, wilayah antara Hijaz dan Syam. Kaum Tsamud datang sesudah kaum ‘Ad, sehingga kisahnya berkaitan dengan Nabi Hud AS. Beliau berasal dari kaumnya sendiri dan dikenal sebagai orang yang jujur dan dipercaya sebelum menjadi nabi.
Kaum Tsamud dan Latar Belakang
Kaum Tsamud diberi kemakmuran dan keahlian memahat batu gunung untuk dijadikan tempat tinggal. Namun mereka lalai bersyukur, menyembah berhala, dan berbuat kerusakan di muka bumi. Di tengah keadaan itulah Allah mengutus Nabi Shaleh AS.
Perjalanan Dakwah
Seperti nabi-nabi sebelumnya, Nabi Shaleh AS mengajak kaumnya kepada tauhid. Allah berfirman:
وَإِلَىٰ ثَمُودَ أَخَاهُمْ صَالِحًا ۚ قَالَ يَا قَوْمِ اعْبُدُوا اللَّهَ مَا لَكُمْ مِنْ إِلَٰهٍ غَيْرُهُ
Wa ilâ Tsamûda akhâhum Shâlihâ, qâla yâ qaumi’budullâha mâ lakum min ilâhin ghairuh.
Dan kepada kaum Tsamud (Kami utus) saudara mereka, Shaleh. Dia berkata, “Wahai kaumku! Sembahlah Allah, tidak ada tuhan (sembahan) bagimu selain Dia.” (QS. Hud: 61)
Sebagian orang lemah beriman kepada beliau, sedangkan para pemuka yang sombong menolak. Mereka menantang Nabi Shaleh AS mendatangkan bukti yang jelas.
Mukjizat Nabi Shaleh AS
Allah mengabulkan permintaan kaum Tsamud dengan mengeluarkan seekor unta betina dari batu, sebagai tanda kebesaran-Nya.
- Unta betina Allah yang muncul dari batu besar.
- Giliran minum air: sehari untuk unta, sehari untuk kaum Tsamud.
- Peringatan agar unta tidak diganggu, jika tidak azab akan datang.
وَيَا قَوْمِ هَٰذِهِ نَاقَةُ اللَّهِ لَكُمْ آيَةً ۖ فَذَرُوهَا تَأْكُلْ فِي أَرْضِ اللَّهِ وَلَا تَمَسُّوهَا بِسُوءٍ فَيَأْخُذَكُمْ عَذَابٌ قَرِيبٌ
Wa yâ qaumi hâdzihî nâqatullâhi lakum âyah, fadzarûhâ ta’kul fî ardhillâhi wa lâ tamassûhâ bisû’in fa ya’khudzakum ‘adzâbun qarîb.
Dan wahai kaumku! Inilah unta betina dari Allah sebagai mukjizat untukmu, maka biarkanlah dia makan di bumi Allah, janganlah kamu mengganggunya dengan gangguan apa pun, (nanti) kamu akan segera ditimpa azab yang dekat. (QS. Hud: 64)
Azab bagi Kaum Tsamud
Meski telah diperingatkan, sekelompok orang durjana menyembelih unta itu dan menantang azab. Nabi Shaleh AS memberi waktu tiga hari untuk bertobat. Setelah itu azab turun berupa suara yang mengguncang, dan mereka binasa di rumah-rumah mereka. Nabi Shaleh AS dan orang-orang beriman diselamatkan Allah. Kisah ini juga menjadi pelajaran bagi kita, sebagaimana tersirat dalam doa tobat berikut:
1. Seruan untuk Memohon Ampun
فَاسْتَغْفِرُوهُ ثُمَّ تُوبُوا إِلَيْهِ ۚ إِنَّ رَبِّي قَرِيبٌ مُجِيبٌ
Fastaghfirûhu tsumma tûbû ilaih, inna rabbî qarîbum mujîb.
Maka mohonlah ampunan kepada-Nya, kemudian bertobatlah kepada-Nya. Sesungguhnya Tuhanku sangat dekat (rahmat-Nya) dan memperkenankan (doa hamba-Nya). (QS. Hud: 61)
Kesimpulan
Kisah Nabi Shaleh AS mengajarkan bahwa tanda-tanda kebesaran Allah tidak boleh dianggap enteng, dan bahwa kezaliman serta kesombongan berujung kebinasaan. Sebaliknya, tobat dan iman membuka pintu rahmat dan keselamatan.
Baca juga Al-Quran online untuk membaca ayat-ayat tentang kisah ini langsung di Islamipedia.
Wallâhu a’lam bish-shawâb.





