Nabi Luth AS adalah nabi yang diutus kepada kaum Sodom, penduduk negeri yang terjerumus dalam perbuatan keji dan melampaui batas. Kisahnya menjadi peringatan tentang bahaya menormalisasi dosa dan menolak nasihat. Berikut kisah lengkapnya.
Profil Singkat Nabi Luth AS
Nabi Luth AS adalah keponakan Nabi Ibrahim AS dan termasuk orang yang beriman kepadanya serta ikut berhijrah bersamanya. Setelah itu Allah mengutusnya kepada penduduk kota Sodom dan sekitarnya, di wilayah sekitar Laut Mati, menurut keterangan para ulama dan sejarawan.
Nasab dan Latar Belakang
Al-Quran menyebut Nabi Luth AS sebagai hamba Allah yang saleh. Beliau tinggal di tengah kaum yang melakukan perbuatan keji yang belum pernah dilakukan umat sebelum mereka, merampok di jalan, dan berbuat kemungkaran secara terang-terangan. Nabi Luth AS hidup di antara mereka dan terus menasihati dengan lembut.
Perjalanan Dakwah
Nabi Luth AS menegur kaumnya dengan tegas, mengingatkan bahwa perbuatan mereka melampaui batas fitrah manusia. Allah berfirman:
وَلُوطًا إِذْ قَالَ لِقَوْمِهِ أَتَأْتُونَ الْفَاحِشَةَ مَا سَبَقَكُمْ بِهَا مِنْ أَحَدٍ مِنَ الْعَالَمِينَ
Wa Lûthan idz qâla liqaumihî ata’tûnal fâhisyata mâ sabaqakum bihâ min ahadim minal ‘âlamîn.
Dan (Kami juga telah mengutus) Luth, ketika dia berkata kepada kaumnya, “Mengapa kamu melakukan perbuatan keji yang belum pernah dilakukan oleh seorang pun dari umat-umat sebelum kamu?” (QS. Al-A’raf: 80)
Alih-alih sadar, kaumnya justru mengancam akan mengusir Nabi Luth AS dan orang-orang beriman dari kota dengan alasan mereka “orang-orang yang menyucikan diri”. Istri Nabi Luth AS pun tidak beriman dan berpihak kepada kaumnya.
Tamu Para Malaikat dan Azab
Allah mengutus para malaikat dalam rupa laki-laki muda yang tampan. Mereka singgah di rumah Nabi Luth AS, yang merasa khawatir karena kaumnya akan mengganggu para tamu itu. Para malaikat kemudian mengungkapkan jati diri mereka dan memerintahkan Nabi Luth AS keluar dari kota bersama keluarganya pada malam hari, kecuali istrinya.
Ketika waktu subuh tiba, azab pun turun: negeri itu dibalikkan dan dihujani batu dari tanah yang terbakar. Nabi Luth AS dan pengikutnya selamat, sedangkan istrinya termasuk orang yang binasa.
Doa-doa Nabi Luth AS dalam Al-Quran
1. Doa Memohon Keselamatan
رَبِّ نَجِّنِي وَأَهْلِي مِمَّا يَعْمَلُونَ
Rabbi najjinî wa ahlî mimmâ ya’malûn.
Ya Tuhanku, selamatkanlah aku dan keluargaku dari (akibat) perbuatan yang mereka kerjakan. (QS. Asy-Syu’ara: 169)
Doa ini cocok kita baca sebagai permohonan perlindungan dari lingkungan yang buruk dan dari akibat dosa. Untuk memperkaya bacaan, kunjungi kumpulan doa dan dzikir di Islamipedia.
Kesimpulan
Kisah Nabi Luth AS mengajarkan agar kita menjaga fitrah, menjauhi perbuatan keji, dan terus berpegang pada iman meski berada di lingkungan yang buruk. Hubungan keluarga tidak menjamin keselamatan tanpa iman.
Wallâhu a’lam bish-shawâb.





