Cerita • Teladan • Hikmah

Islamipedia.id

Wali Songo

Kisah Sunan Drajat: Wali yang Peduli Fakir Miskin

Kisah Sunan Drajat: Wali yang Peduli Fakir Miskin

Sunan Drajat atau Raden Qasim dikenal sebagai wali yang paling menonjol dalam kepedulian sosial. Beliau berdakwah di wilayah Lamongan dengan memperhatikan nasib fakir miskin, anak yatim, dan kaum lemah. Bagi beliau, Islam harus terasa manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari. Beliau adalah salah satu tokoh dalam Wali Songo.

Profil Singkat Sunan Drajat

  • Nama: Raden Qasim, juga disebut Raden Syarifuddin
  • Sebutan: Sunan Drajat
  • Orang tua: Putra Sunan Ampel, adik Sunan Bonang
  • Wilayah dakwah: Paciran, Lamongan, Jawa Timur
  • Wafat: Sekitar awal abad ke-16 (sekitar 1522 M menurut tradisi)

Masa Muda dan Awal Dakwah

Raden Qasim tumbuh di lingkungan pesantren Ampeldenta dan belajar langsung dari ayahnya. Setelah dewasa, beliau diutus berdakwah ke wilayah pesisir utara Jawa Timur. Dalam tradisi setempat dikisahkan bahwa perahu beliau sempat mengalami musibah di perairan Lamongan sebelum akhirnya tiba di daratan dan menetap di sana. Kisah ini hidup dalam cerita rakyat, sehingga detailnya sebaiknya dipahami sebagai tradisi.

Beliau kemudian menetap di Paciran dan membina masyarakat di sekitarnya. Pondok dan tempat belajar beliau menjadi pusat dakwah di kawasan tersebut.

Perjalanan Dakwah Sunan Drajat

Dakwah yang Berpihak pada Kaum Lemah

Dakwah Sunan Drajat ditandai kepedulian terhadap fakir miskin, anak yatim, dan orang yang kesusahan. Hal ini selaras dengan pujian Al-Quran kepada hamba-hamba Allah yang berbuat baik:

وَيُطْعِمُونَ ٱلطَّعَامَ عَلَىٰ حُبِّهِۦ مِسْكِينًا وَيَتِيمًا وَأَسِيرًا

Wa yuth’imûnath-tha’âma ‘alâ hubbihî miskînan wa yatîman wa asîrâ.

Dan mereka memberikan makanan yang disukainya kepada orang miskin, anak yatim, dan orang yang ditawan. (QS. Al-Insan: 8)

Ajaran Sosial Sunan Drajat

Beliau dikaitkan dengan ajaran yang dikenal sebagai Pepali Pitu (tujuh nasihat). Di antara yang paling dikenal bunyinya mengajak untuk memberi tongkat kepada orang buta, memberi makan kepada orang yang lapar, memberi pakaian kepada orang yang tidak berpakaian, dan memberi tempat berteduh kepada orang yang kehujanan. Ajaran ini mudah dipahami karena langsung menyentuh kebutuhan hidup.

Dakwah Lewat Kesenian

Sebagaimana wali lain, beliau juga memakai kesenian untuk berdakwah. Tembang Pangkur dikaitkan dengan beliau, dan perangkat gamelan peninggalan tradisi beliau masih dipamerkan di museum yang berada dekat makam.

Peninggalan Sunan Drajat

  • Makam dan masjid di Paciran, Lamongan. Kompleks yang rutin dikunjungi peziarah.
  • Museum Sunan Drajat. Menyimpan benda-benda peninggalan yang dikaitkan dengan beliau.
  • Pepali Pitu. Ajaran sosial yang masih sering dikutip dalam dakwah dan kegiatan sosial.
  • Tradisi kepedulian. Semangat menolong fakir miskin dilestarikan lewat lembaga pendidikan dan sosial.

Wafat Sunan Drajat

Menurut tradisi, beliau wafat pada awal abad ke-16 dan dimakamkan di Paciran, Lamongan. Makamnya dikenal luas dan berdekatan dengan masjid peninggalan beliau.

Pelajaran dari Sunan Drajat

  • Islam hadir sebagai rahmat yang nyata bagi orang miskin dan lemah.
  • Kepedulian sosial adalah bagian dari dakwah.
  • Menolong sesama harus dimulai dari kebutuhan paling dasar.
  • Ajaran yang sederhana lebih mudah diamalkan.

Kesimpulan

Sunan Drajat mengajarkan bahwa dakwah tidak berhenti di mimbar. Dakwah juga berarti memberi makan yang lapar dan melindungi yang lemah. Baca juga kisah Wali Songo lainnya dan jelajahi artikel Islami di Islamipedia.

Wallâhu a’lam bish-shawâb.

Rujukan

QS. Al-Insan: 8

Babad Tanah Jawi

Atlas Wali Songo - Agus Sunyoto

Sejarah Nasional Indonesia Jilid III

Baca juga

Baca Al-Quran & Hadits

Kunjungi Islamipedia