Sunan Ampel atau Raden Rahmat adalah guru besar yang mendidik banyak wali. Dari pesantren yang beliau dirikan di Ampeldenta, Surabaya, lahir para dai yang kemudian menyebarkan Islam ke seluruh Jawa. Beliau adalah salah satu tokoh terpenting dalam Wali Songo.
Profil Singkat Sunan Ampel
- Nama: Raden Rahmat, juga disebut Sayyid Ahmad Rahmatullah
- Sebutan: Sunan Ampel, Raden Ali Rahmatullah
- Silsilah: Menurut riwayat, beliau putra seorang ulama keturunan Asia Tengah dan ibunya berasal dari Campa. Sebagian sumber menyebut beliau keponakan Sunan Gresik.
- Wilayah dakwah: Ampeldenta, Surabaya
- Wafat: Sekitar akhir abad ke-15 (sekitar 1481 M menurut sebagian sumber)
Awal Dakwah di Ampeldenta
Menurut tradisi, Raden Rahmat datang ke tanah Jawa pada masa Majapahit dan menetap di daerah Ampeldenta di dekat Surabaya. Dari sinilah beliau memulai dakwah dan mendirikan pesantren. Dakwahnya dilakukan secara damai dan bertahap, dengan memberi contoh akhlak yang baik kepada masyarakat sekitar.
Beliau meyakini bahwa kekuatan dakwah terletak pada ilmu. Hal ini sejalan dengan firman Allah dalam Al-Quran:
يَرْفَعِ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ مِنكُمْ وَٱلَّذِينَ أُوتُوا۟ ٱلْعِلْمَ دَرَجَـٰتٍ
Yarfa’illâhul-ladzîna âmanû minkum wal-ladzîna ûtul-‘ilma darajât.
Allah akan mengangkat (derajat) orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat. (QS. Al-Mujadilah: 11)
Perjalanan Dakwah Sunan Ampel
Pesantren Ampeldenta
Pesantren Ampeldenta menjadi pusat pendidikan Islam di Jawa Timur. Santri datang dari berbagai daerah untuk belajar akidah, fikih, dan akhlak. Dari tempat inilah lahir ulama dan dai yang kemudian menyebar ke pesisir utara Jawa.
Murid-murid yang Menjadi Wali
Menurut tradisi, di antara murid dan keturunan beliau terdapat tokoh-tokoh besar:
- Sunan Bonang, putra beliau yang berdakwah di Tuban.
- Sunan Drajat, putra beliau yang berdakwah di Lamongan.
- Sunan Giri, murid beliau yang mendirikan Pesantren Giri.
- Raden Patah, yang dalam tradisi disebut belajar kepada beliau sebelum mendirikan Demak.
Ajaran Moh Limo
Sunan Ampel dikaitkan dengan ajaran Moh Limo, yaitu menolak lima perbuatan tercela: main (judi), ngombe (minuman keras), maling (mencuri), madat (mengisap candu), dan madon (berzina). Ajaran ini disampaikan dengan bahasa yang mudah dipahami masyarakat Jawa dan menjadi dasar pembinaan akhlak.
Peninggalan Sunan Ampel
- Masjid Sunan Ampel, Surabaya. Masjid bersejarah di kawasan Ampel yang hingga kini menjadi pusat kegiatan keagamaan dan ziarah.
- Tradisi pesantren. Model pendidikan yang beliau rintis terus berkembang sebagai ciri khas Islam Nusantara.
- Generasi wali. Anak dan murid beliau menyebarkan Islam ke berbagai penjuru Jawa.
- Kampung Ampel. Kawasan di Surabaya yang masih hidup sebagai pusat Islam dan perdagangan.
Wafat Sunan Ampel
Beliau wafat pada akhir abad ke-15 dan dimakamkan di kompleks Masjid Ampel, Surabaya. Tahun wafat berbeda antarsumber, tetapi lokasi makamnya dikenal luas dan terus diziarahi umat Islam.
Pelajaran dari Sunan Ampel
- Pendidikan adalah investasi dakwah yang paling langgeng.
- Pembinaan akhlak dimulai dengan meninggalkan perbuatan tercela.
- Guru yang baik melahirkan murid yang lebih besar manfaatnya.
- Dakwah dilakukan bertahap dan sabar.
Kesimpulan
Sunan Ampel adalah guru para wali. Melalui Pesantren Ampeldenta, beliau menanam benih dakwah yang tumbuh menjadi gerakan besar di tanah Jawa. Baca juga kisah lengkap Wali Songo dan artikel Islami lainnya di Islamipedia.
Wallâhu a’lam bish-shawâb.







