Cerita • Teladan • Hikmah

Islamipedia.id

Wali Songo

Kisah Sunan Giri: Pendiri Pesantren Giri

Kisah Sunan Giri: Pendiri Pesantren Giri

Sunan Giri atau Raden Paku adalah wali yang menjadikan pendidikan sebagai pusat dakwah. Dari bukit Giri di Gresik, beliau mendirikan pesantren yang kelak berkembang menjadi pusat ilmu dan pengaruh Islam, dengan santri dari berbagai pulau di Nusantara. Beliau adalah salah satu tokoh Wali Songo.

Profil Singkat Sunan Giri

  • Nama: Raden Paku, juga dikenal sebagai Muhammad Ainul Yaqin
  • Sebutan: Sunan Giri, Prabu Satmata
  • Orang tua: Menurut tradisi, putra Maulana Ishaq dari ibu seorang putri penguasa Blambangan
  • Wilayah dakwah: Gresik, Jawa Timur
  • Wafat: Sekitar awal abad ke-16 (sekitar 1506 M menurut tradisi)

Masa Kecil dan Menuntut Ilmu

Tradisi menceritakan bahwa Raden Paku sejak bayi dihanyutkan ke laut dan ditemukan oleh seorang saudagar perempuan di Gresik yang kemudian merawat dan mendidiknya. Kisah ini beredar dalam babad dan cerita rakyat, sehingga sebaiknya dipahami sebagai tradisi. Sejak muda beliau belajar kepada Sunan Ampel di Ampeldenta dan berteman dengan Sunan Bonang. Bersama Sunan Bonang, beliau dikisahkan melanjutkan belajar ke Pasai.

Semangat menuntut ilmu ini sejalan dengan perintah pertama dalam Al-Quran:

ٱقْرَأْ بِٱسْمِ رَبِّكَ ٱلَّذِى خَلَقَ

Iqra’ bismi rabbikal-ladzî khalaq.

Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan. (QS. Al-‘Alaq: 1)

Perjalanan Dakwah Sunan Giri

Pesantren dan Giri Kedaton

Di perbukitan Giri, Gresik, Raden Paku mendirikan pesantren yang dikenal sebagai Pesantren Giri. Tempat ini berkembang menjadi pusat pembelajaran yang menarik santri dari berbagai wilayah, termasuk dari luar Jawa seperti Maluku dan daerah lain di Nusantara. Dalam perkembangannya, Giri dikenal sebagai Giri Kedaton, pusat ilmu sekaligus pengaruh politik yang bertahan hingga abad ke-17.

Permainan Anak Bernuansa Islam

Beliau dikenal memperhatikan pendidikan anak. Dalam tradisi, beliau dikaitkan dengan permainan seperti Jelungan dan Cublak-cublak Suweng, serta tembang seperti Asmaradana dan Pucung. Permainan dan tembang ini menyisipkan nilai kebersamaan, kejujuran, dan renungan agar anak-anak mengenal nilai Islam sejak kecil.

Menyiapkan Dai ke Berbagai Daerah

Santri-santri Giri dikirim berdakwah ke daerah-daerah lain. Pola ini membuat pengaruh Islam meluas lewat jaringan pendidikan, bukan lewat kekuatan senjata.

Peninggalan Sunan Giri

  • Makam di Bukit Giri, Gresik. Kompleks makam yang diziarahi umat dengan gapura dan ornamen khas.
  • Tradisi pesantren. Model pendidikan terpusat yang menjadi rujukan pesantren sesudahnya.
  • Permainan dan tembang anak. Warisan budaya yang masih dikenal hingga kini.
  • Jaringan santri. Murid-murid beliau menyebar hingga ke luar Jawa.

Wafat Sunan Giri

Beliau wafat pada awal abad ke-16 dan dimakamkan di Bukit Giri, Gresik. Pengaruh keturunan dan murid beliau di Giri Kedaton berlangsung lama setelahnya.

Pelajaran dari Sunan Giri

  • Ilmu adalah modal utama dakwah.
  • Pendidikan anak harus dimulai sejak dini dengan cara yang menyenangkan.
  • Kaderisasi lewat pesantren menjaga keberlanjutan dakwah.
  • Latar belakang sulit tidak menghalangi seseorang menjadi besar.

Kesimpulan

Sunan Giri membuktikan bahwa pesantren dapat menjadi pusat peradaban. Beliau mendidik, bukan memaksa, sehingga Islam tumbuh dari kesadaran. Baca juga kisah Sunan Gresik yang meletakkan dasar dakwah di kota yang sama, serta kisah Wali Songo lainnya di Islamipedia.

Wallâhu a’lam bish-shawâb.

Rujukan

QS. Al-'Alaq: 1

Babad Tanah Jawi

Atlas Wali Songo - Agus Sunyoto

Sejarah Nasional Indonesia Jilid III

Baca juga

Baca Al-Quran & Hadits

Kunjungi Islamipedia