Cerita • Teladan • Hikmah

Islamipedia.id

Wali Songo

Kisah Sunan Muria: Wali di Lereng Gunung Muria

Kisah Sunan Muria: Wali di Lereng Gunung Muria

Sunan Muria atau Raden Umar Said adalah wali yang memilih berdakwah jauh dari pusat kota. Beliau menetap di lereng Gunung Muria dan membina petani, nelayan, serta pedagang kecil dengan cara yang sederhana dan akrab. Beliau adalah salah satu tokoh Wali Songo.

Profil Singkat Sunan Muria

  • Nama: Raden Umar Said, juga disebut Raden Prawoto
  • Sebutan: Sunan Muria
  • Orang tua: Putra Sunan Kalijaga
  • Wilayah dakwah: Lereng Gunung Muria, wilayah Kudus, Jawa Tengah
  • Wafat: Abad ke-16; tahun pastinya berbeda antarsumber

Awal Dakwah di Gunung Muria

Raden Umar Said tumbuh dalam lingkungan keluarga ulama dan belajar dari ayahnya. Setelah dewasa, beliau memilih menetap di lereng Gunung Muria, kawasan pegunungan di wilayah Kudus. Lokasi ini jauh dari pusat kota, sehingga beliau dekat dengan masyarakat pedesaan.

Sikap rendah hati beliau tercermin dalam pujian Al-Quran kepada hamba-hamba Allah yang sejati:

وَعِبَادُ ٱلرَّحْمَـٰنِ ٱلَّذِينَ يَمْشُونَ عَلَى ٱلْأَرْضِ هَوْنًا

Wa ‘ibâdur-rahmânil-ladzîna yamsyûna ‘alal-ardhi haunâ.

Dan hamba-hamba Tuhan Yang Maha Pengasih itu adalah orang-orang yang berjalan di bumi dengan rendah hati. (QS. Al-Furqan: 63)

Perjalanan Dakwah Sunan Muria

Dakwah kepada Rakyat Kecil

Menurut tradisi, beliau lebih memilih berdakwah kepada petani, nelayan, pelaut, dan pedagang kecil. Beliau mengajarkan agama dengan bahasa sehari-hari dan membaur dalam kegiatan masyarakat. Cara ini membuat pesan Islam mudah diterima oleh kalangan yang jarang terjangkau pusat dakwah di kota.

Kesenian sebagai Sarana Dakwah

Seperti ayahnya, beliau memakai kesenian dalam dakwah. Tembang Sinom dan Kinanti dikaitkan dengan beliau. Penisbatan ini berasal dari tradisi, tetapi menggambarkan pendekatan budaya yang beliau pakai dalam membina masyarakat.

Hubungan dengan Para Wali

Beliau hidup sezaman dengan para wali lain. Dalam tradisi, beliau dekat dengan Sunan Kudus yang berdakwah di wilayah yang bersebelahan. Kedekatan para wali ini membuat dakwah berlangsung saling melengkapi.

Peninggalan Sunan Muria

  • Makam di Gunung Muria, Colo. Berada di dataran tinggi dan dapat dicapai lewat jalur tangga. Banyak peziarah mengunjunginya.
  • Masjid dan tempat belajar. Warisan pembinaan agama bagi masyarakat sekitar.
  • Tradisi dakwah desa. Contoh pembinaan masyarakat pedesaan.
  • Kesenian tembang. Tembang yang dikaitkan dengan beliau masih dikenal.

Wafat Sunan Muria

Beliau wafat pada abad ke-16 dan dimakamkan di Gunung Muria, di Desa Colo. Tahun wafat beliau tidak tercatat seragam, tetapi makamnya dikenal luas dan terus diziarahi.

Pelajaran dari Sunan Muria

  • Dakwah perlu menjangkau masyarakat yang jauh dari pusat keramaian.
  • Kerendahan hati membuat dai dicintai.
  • Membaur dengan masyarakat membuka pintu penerimaan.
  • Meneruskan nilai-nilai baik dari orang tua.

Kesimpulan

Sunan Muria mengajarkan bahwa dakwah tidak selalu tentang panggung besar. Dari lereng gunung, beliau membimbing rakyat kecil dengan kerendahan hati dan kedekatan. Baca juga kisah Sunan Gunung Jati dan jelajahi kisah Wali Songo lainnya di Islamipedia.

Wallâhu a’lam bish-shawâb.

Rujukan

QS. Al-Furqan: 63

Babad Tanah Jawi

Atlas Wali Songo - Agus Sunyoto

Sejarah Nasional Indonesia Jilid III

Baca juga

Baca Al-Quran & Hadits

Kunjungi Islamipedia