Cerita • Teladan • Hikmah

Islamipedia.id

Sebelum Hijrah Bagian 2 dari 5

Masa Kecil Nabi Muhammad ﷺ: Yatim Piatu yang Penuh Berkah

Masa Kecil Nabi Muhammad ﷺ Yatim Piatu yang Penuh Berkah

Nabi Muhammad ﷺ lahir sebagai yatim piatu. Ayahnya wafat sebelum beliau lahir, dan ibunya wafat saat beliau berusia 6 tahun. Meski demikian, masa kecil beliau penuh keberkahan dan kasih sayang dari kakek dan pamannya.

Disusui oleh Halimah As-Sa’diyah

Sesuai tradisi Arab, bayi dari kota disusui oleh wanita dari pedalaman. Nabi Muhammad ﷺ disusui oleh Halimah As-Sa’diyah dari Bani Sa’d. Sebelum menerima Nabi Muhammad ﷺ, kehidupan Halimah sangat sulit. Namun setelah menyusui beliau, banyak keberkahan yang ia terima:

  • Untanya yang kurus menjadi gemuk.
  • Kambingnya menghasilkan susu yang banyak.
  • Keluarganya menjadi makmur.

Peristiwa Pembelahan Dada

Saat Nabi Muhammad ﷺ berusia 4 tahun, terjadi peristiwa pembelahan dada (Syaqqus Shadr). Dua malaikat datang, membelah dada beliau, mengeluarkan segumpal darah hitam, dan membersihkan hati beliau dengan air zamzam.

Peristiwa ini menunjukkan bahwa Allah mempersiapkan Nabi Muhammad ﷺ sejak kecil untuk menjadi nabi yang suci.

Kembali ke Ibunya

Setelah peristiwa tersebut, Nabi Muhammad ﷺ dikembalikan kepada ibunya, Aminah. Beliau diasuh oleh Aminah dengan penuh kasih sayang. Pada usia 6 tahun, Nabi Muhammad ﷺ bersama ibunya pergi ke Yatsrib (Madinah) untuk mengunjungi makam ayahnya.

Dalam perjalanan pulang, Aminah sakit dan wafat di Abwa, sebuah tempat antara Makkah dan Madinah. Nabi Muhammad ﷺ kembali ke Makkah sebagai yatim piatu.

Diasuh oleh Kakek

Setelah ibunya wafat, Nabi Muhammad ﷺ diasuh oleh kakeknya, Abdul Muthalib. Abdul Muthalib sangat mencintai cucunya ini. Beliau selalu mengajak Nabi Muhammad ﷺ ke majelis-majelis Quraisy dan memperhatikan pendidikannya.

Namun, saat Nabi Muhammad ﷺ berusia 8 tahun, Abdul Muthalib wafat. Nabi Muhammad ﷺ kembali kehilangan orang yang dicintainya.

Diasuh oleh Paman

Setelah kakeknya wafat, Nabi Muhammad ﷺ diasuh oleh pamannya, Abu Thalib. Abu Thalib adalah paman yang miskin, tetapi sangat menyayangi Nabi Muhammad ﷺ. Beliau mengasuh Nabi Muhammad ﷺ dengan penuh kasih sayang dan melindungi beliau dari gangguan kaum Quraisy.

Abu Thalib juga mengajak Nabi Muhammad ﷺ berdagang ke Syam saat beliau berusia 12 tahun. Dalam perjalanan itu, mereka bertemu dengan seorang pendeta Nasrani bernama Buhaira yang mengenali tanda-tanda kenabian pada diri Nabi Muhammad ﷺ.

Masa Remaja Nabi Muhammad ﷺ

Sejak remaja, Nabi Muhammad ﷺ sudah dikenal sebagai pemuda yang jujur, amanah, dan berbudi pekerti mulia. Beliau menggembala kambing untuk membantu ekonomi keluarga. Beliau juga terlibat dalam perjanjian Hilful Fudhul — sebuah kesepakatan untuk menegakkan keadilan di Makkah.

Pada usia 25 tahun, Nabi Muhammad ﷺ menikah dengan Khadijah binti Khuwailid, seorang wanita bangsawan yang salehah. Pernikahan ini menjadi awal kehidupan baru bagi Nabi Muhammad ﷺ.

Kesimpulan

Masa kecil Nabi Muhammad ﷺ penuh dengan ujian: yatim piatu, kehilangan orang-orang tercinta. Namun, Allah selalu menjaga dan melindungi beliau. Beliau tumbuh menjadi pemuda yang jujur, amanah, dan berbudi pekerti mulia. Semoga kita bisa meneladani akhlak beliau sejak kecil.

Wallâhu a’lam bish-shawâb.

Rujukan

Sirah Ibnu Hisyam

Tarikh Ath-Thabari

Sirah Ibnu Katsir

Baca juga