Cerita • Teladan • Hikmah

Islamipedia.id

Sebelum Hijrah Bagian 3 dari 5

Pernikahan Nabi Muhammad ﷺ dengan Khadijah: Kisah Cinta Penuh Berkah

Pernikahan Nabi Muhammad ﷺ dengan Khadijah Kisah Cinta Penuh Berkah

Pernikahan Nabi Muhammad ﷺ dengan Khadijah binti Khuwailid adalah salah satu kisah cinta paling indah dalam sejarah Islam. Khadijah bukan hanya istri, tetapi juga sahabat, pendukung, dan orang pertama yang beriman kepada Nabi Muhammad ﷺ.

Khadijah binti Khuwailid

Khadijah binti Khuwailid adalah seorang wanita bangsawan Quraisy yang kaya, terhormat, dan salehah. Beliau dikenal sebagai Ath-Thahirah (yang suci). Banyak pemuda Quraisy yang ingin menikahinya, tetapi beliau menolak hingga bertemu Nabi Muhammad ﷺ.

Saat itu, Khadijah mengelola kafilah dagang yang besar. Beliau membutuhkan seseorang yang jujur dan amanah untuk memimpin kafilahnya. Atas rekomendasi kerabatnya, Khadijah mempercayakan kafilahnya kepada Nabi Muhammad ﷺ.

Perjalanan Dagang ke Syam

Nabi Muhammad ﷺ berangkat ke Syam bersama Maisarah, pembantu Khadijah. Dalam perjalanan, Maisarah menyaksikan kejujuran, amanah, dan akhlak mulia Nabi Muhammad ﷺ. Beliau juga melihat tanda-tanda kenabian pada diri Nabi Muhammad ﷺ.

Setelah kembali ke Makkah, Maisarah melaporkan semua yang ia lihat kepada Khadijah. Khadijah semakin kagum dan tertarik kepada Nabi Muhammad ﷺ.

Lamaran Khadijah

Khadijah kemudian mengutus Nafisah binti Munyah untuk menyampaikan keinginannya menikah dengan Nabi Muhammad ﷺ. Nabi Muhammad ﷺ menerima lamaran itu dan menyampaikan kepada pamannya, Abu Thalib.

Pernikahan Nabi Muhammad ﷺ dan Khadijah dilaksanakan dengan sederhana. Saat itu, Nabi Muhammad ﷺ berusia 25 tahun, dan Khadijah berusia 40 tahun.

Mahar dan Walimah

Mahar pernikahan Nabi Muhammad ﷺ dan Khadijah adalah 20 ekor unta muda. Walimah (perayaan) diadakan di rumah Khadijah dengan mengundang keluarga dan kerabat dekat.

Pernikahan ini menjadi berkah bagi keduanya. Khadijah menjadi istri yang setia, pendukung dakwah Nabi Muhammad ﷺ, dan ibu bagi anak-anak beliau.

Khadijah Pendukung Setia Dakwah

Ketika Nabi Muhammad ﷺ menerima wahyu pertama di Gua Hira, beliau pulang dengan gemetar. Khadijah menyambut beliau dengan penuh kasih sayang, menenangkan, dan meyakinkan bahwa Allah tidak akan menghinakan beliau.

Khadijah adalah orang pertama yang beriman kepada Nabi Muhammad ﷺ. Beliau juga mengorbankan harta bendanya untuk mendukung dakwah Islam.

Anak-anak Nabi Muhammad ﷺ dan Khadijah

Dari pernikahan ini, Nabi Muhammad ﷺ dan Khadijah dikaruniai 6 anak:

  • Al-Qasim
  • Abdullah
  • Zainab
  • Ruqayyah
  • Ummu Kultsum
  • Fatimah Az-Zahra

Wafatnya Khadijah

Khadijah wafat pada tahun 619 M, di usia 65 tahun. Tahun itu disebut Amul Huzn (Tahun Kesedihan) karena Nabi Muhammad ﷺ kehilangan istri tercinta dan pelindungnya, Abu Thalib.

Nabi Muhammad ﷺ sangat mencintai Khadijah. Beliau tidak menikah lagi selama Khadijah masih hidup. Setelah Khadijah wafat, Nabi Muhammad ﷺ tetap mengenang dan mendoakan beliau.

Kesimpulan

Pernikahan Nabi Muhammad ﷺ dan Khadijah adalah teladan bagi seluruh umat Islam. Mereka saling mencintai, mendukung, dan menguatkan dalam kebaikan. Khadijah adalah teladan istri salehah, dan Nabi Muhammad ﷺ adalah teladan suami yang penyayang. Semoga kita bisa meneladani pernikahan beliau.

Wallâhu a’lam bish-shawâb.

Rujukan

Sirah Ibnu Hisyam

Sirah Ibnu Katsir

Tarikh Ath-Thabari

Baca juga