Cerita • Teladan • Hikmah

Islamipedia.id

Sebelum Hijrah Bagian 4 dari 5

Wahyu Pertama di Gua Hira: Awal Kenabian Nabi Muhammad ﷺ

Wahyu Pertama di Gua Hira Awal Kenabian Nabi Muhammad ﷺ

Wahyu pertama di Gua Hira adalah peristiwa paling penting dalam sejarah Islam. Di sana, Nabi Muhammad ﷺ menerima wahyu pertama dari Allah melalui Malaikat Jibril. Peristiwa ini menandai awal kenabian beliau dan turunnya Al-Quran.

Menyendiri di Gua Hira

Menjelang usia 40 tahun, Nabi Muhammad ﷺ sering menyendiri di Gua Hira, sebuah gua di Jabal Nur, sekitar 5 km dari Makkah. Beliau merenung tentang kehidupan, kejahiliyahan kaumnya, dan mencari kebenaran.

Di gua itu, Nabi Muhammad ﷺ beribadah, bertafakur, dan menjauhkan diri dari penyembahan berhala. Beliau mencari Tuhan yang sebenarnya, Tuhan yang disembah Nabi Ibrahim AS.

Malaikat Jibril Datang

Pada suatu malam di bulan Ramadan, tahun 610 M, Malaikat Jibril datang kepada Nabi Muhammad ﷺ di Gua Hira. Jibril memeluk Nabi Muhammad ﷺ erat-erat dan berkata, “Iqra’!” (Bacalah!).

Nabi Muhammad ﷺ menjawab, “Aku tidak bisa membaca.” Jibril memeluk beliau lagi, lalu berkata, “Iqra’!” Nabi Muhammad ﷺ menjawab lagi, “Aku tidak bisa membaca.” Jibril memeluk beliau untuk ketiga kalinya, lalu membacakan ayat-ayat pertama dari Surah Al-Alaq:

اِقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِيْ خَلَقَ ۚ خَلَقَ الْاِنْسَانَ مِنْ عَلَقٍ ۚ اِقْرَأْ وَرَبُّكَ الْاَكْرَمُ ۙ الَّذِيْ عَلَّمَ بِالْقَلَمِ ۙ عَلَّمَ الْاِنْسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْ

Iqra’ bismi rabbikal-ladzî khalaq, khalaqal-insâna min ‘alaq, iqra’ wa rabbukal-akram, alladzî ‘allama bil-qalam, ‘allamal-insâna mâ lam ya’lam.

Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan! Dia menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah! Tuhanmulah Yang Mahamulia, yang mengajar (manusia) dengan pena. Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya.

Setelah membacakan ayat-ayat tersebut, Jibril pergi. Nabi Muhammad ﷺ pulang dengan tubuh gemetar dan hati yang penuh ketakutan.

Khadijah Menenangkan Nabi

Nabi Muhammad ﷺ pulang ke rumah dan berkata kepada Khadijah, “Selimuti aku! Selimuti aku!” Khadijah menyelimuti beliau hingga rasa takutnya hilang.

Nabi Muhammad ﷺ menceritakan semua yang terjadi kepada Khadijah. Khadijah dengan tenang berkata:

“Bergembiralah! Demi Allah, Allah tidak akan menghinakanmu. Engkau menyambung silaturahmi, memikul beban orang lain, memberi kepada yang miskin, menghormati tamu, dan menolong orang yang kesusahan.”

Khadijah Beriman

Khadijah adalah orang pertama yang beriman kepada Nabi Muhammad ﷺ. Beliau menerima kenabian Nabi tanpa ragu. Setelah itu, Khadijah membawa Nabi Muhammad ﷺ kepada Waraqah bin Naufal, seorang Nasrani yang menguasai kitab-kitab suci.

Waraqah mengenali tanda-tanda kenabian pada Nabi Muhammad ﷺ. Beliau berkata bahwa Jibril adalah Namur Rabbu (malaikat yang pernah datang kepada Nabi Musa AS). Waraqah juga menyampaikan bahwa Nabi Muhammad ﷺ akan diusir oleh kaumnya.

Fatrah Wahyu

Setelah wahyu pertama, wahyu terputus selama beberapa waktu. Nabi Muhammad ﷺ sangat sedih dan merindukan datangnya wahyu. Kemudian, turun Surah Ad-Duha yang menenangkan hati beliau. Setelah itu, wahyu turun terus-menerus hingga sempurna.

Kesimpulan

Wahyu pertama di Gua Hira adalah awal kenabian Nabi Muhammad ﷺ. Peristiwa ini mengajarkan kita tentang pentingnya ilmu (iqra’), ketakwaan, dan kesabaran. Semoga kita bisa meneladani semangat mencari ilmu dan kebenaran seperti Nabi Muhammad ﷺ.

Wallâhu a’lam bish-shawâb.

Rujukan

QS. Al-Alaq: 1-5

Sirah Ibnu Hisyam

Sirah Ibnu Katsir

Baca juga