Setelah menerima wahyu pertama, Nabi Muhammad ﷺ mulai berdakwah. Dakwah beliau dilakukan dalam dua fase: sembunyi-sembunyi selama 3 tahun, lalu terang-terangan. Kisah dakwah awal ini penuh dengan pelajaran tentang kesabaran, hikmah, dan keteguhan.
Dakwah Sembunyi-sembunyi (610-613 M)
Selama 3 tahun pertama, Nabi Muhammad ﷺ berdakwah secara sembunyi-sembunyi. Beliau mengajak orang-orang terdekat untuk masuk Islam. Orang-orang pertama yang beriman adalah:
- Khadijah binti Khuwailid (istri Nabi).
- Ali bin Abi Thalib (sepupu Nabi).
- Abu Bakar Ash-Shiddiq (sahabat Nabi).
- Zaid bin Haritsah (anak angkat Nabi).
Melalui Abu Bakar, banyak orang masuk Islam, seperti Utsman bin Affan, Zubair bin Awwam, Abdurrahman bin Auf, Sa’ad bin Abi Waqqash, dan Thalhah bin Ubaidillah.
Dakwah Terang-terangan (613 M)
Setelah 3 tahun, Allah memerintahkan Nabi Muhammad ﷺ untuk berdakwah terang-terangan. Allah berfirman dalam QS. Al-Hijr ayat 94:
فَاصْدَعْ بِمَا تُؤْمَرُ وَاَعْرِضْ عَنِ الْمُشْرِكِيْنَ
Fashda’ bimâ tu’maru wa a’ridh ‘anil-musyrikîn.
Maka sampaikanlah (Muhammad) secara terang-terangan segala apa yang diperintahkan (kepadamu) dan berpalinglah dari orang-orang musyrik.
Nabi Muhammad ﷺ mengumpulkan kaum Quraisy di Bukit Shafa dan menyeru mereka untuk menyembah Allah. Namun, Abu Lahab menghina dan menolak seruan itu. Sejak saat itu, dakwah Nabi Muhammad ﷺ mendapat penolakan keras dari kaum Quraisy.
Penolakan Kaum Quraisy
Kaum Quraisy menolak dakwah Nabi Muhammad ﷺ karena beberapa alasan:
- Mereka tidak mau meninggalkan agama nenek moyang.
- Mereka takut kehilangan status sosial dan ekonomi.
- Mereka takut Ka’bah kehilangan pengunjung.
- Mereka tidak mau dianggap sama dengan orang miskin dan budak yang masuk Islam.
Penolakan kaum Quraisy berubah menjadi penyiksaan. Bilal bin Rabah disiksa di padang pasir, Sumayyah dibunuh, dan banyak sahabat lain disiksa. Nabi Muhammad ﷺ sendiri dihina, dilempari kotoran, dan diancam akan dibunuh.
Hijrah ke Habasyah
Karena penyiksaan semakin keras, Nabi Muhammad ﷺ memerintahkan sebagian sahabat untuk hijrah ke Habasyah (Ethiopia) pada tahun 615 M. Raja Habasyah, Najasyi, adalah raja yang adil dan menerima mereka dengan baik.
Ini adalah hijrah pertama dalam Islam. Sekitar 80 sahabat hijrah ke Habasyah.
Boikot Bani Hasyim
Pada tahun 616 M, kaum Quraisy memboikot Bani Hasyim dan Bani Muthalib karena melindungi Nabi Muhammad ﷺ. Boikot ini berlangsung selama 3 tahun. Bani Hasyim dan Bani Muthalib terkurung di lembah Abu Thalib, menderita kelaparan dan kesulitan.
Setelah 3 tahun, boikot dihapus setelah beberapa pemuka Quraisy menyesal dan menghancurkan piagam boikot.
Amul Huzn (Tahun Kesedihan)
Pada tahun 619 M, Nabi Muhammad ﷺ mengalami musibah berturut-turut: pamannya, Abu Thalib, wafat; dan istrinya, Khadijah, wafat. Tahun ini disebut Amul Huzn (Tahun Kesedihan).
Meski demikian, Nabi Muhammad ﷺ tetap berdakwah dengan sabar. Beliau pergi ke Thaif untuk berdakwah, meski ditolak dan dilempari batu.
Kesimpulan
Dakwah awal Nabi Muhammad ﷺ di Makkah mengajarkan kita tentang kesabaran, keteguhan, dan hikmah dalam berdakwah. Meski menghadapi penolakan dan penyiksaan, Nabi Muhammad ﷺ tidak pernah berhenti berdakwah. Semoga kita bisa meneladani semangat dakwah beliau.
Wallâhu a’lam bish-shawâb.




