Nabi Harun AS adalah saudara sekaligus pendamping setia Nabi Musa AS dalam berdakwah. Beliau dikenal fasih berbicara dan lembut hatinya. Kisahnya menunjukkan betapa pentingnya dukungan keluarga dan kerja sama dalam menegakkan kebenaran.
Profil Singkat Nabi Harun AS
Nabi Harun AS adalah saudara Nabi Musa AS dari Bani Israil, keturunan Nabi Ya’qub AS. Al-Quran menyebut beliau sebagai nabi dan rasul yang membantu Nabi Musa AS menghadapi Firaun dan membimbing Bani Israil.
Latar Belakang dan Permintaan Nabi Musa
Ketika Allah mengutus Nabi Musa AS menemui Firaun, beliau merasa khawatir karena lidahnya kurang lancar dan ia pernah melakukan kesalahan di masa lalu. Nabi Musa AS pun memohon agar Allah menjadikan Harun, saudaranya yang lebih fasih, sebagai pendamping.
Perjalanan Dakwah
Allah mengabulkan permohonan Nabi Musa AS. Bersama-sama, kedua nabi ini menemui Firaun, mengajaknya beriman, dan menuntut agar ia membebaskan Bani Israil dari penindasan. Nabi Harun AS menjadi penopang dakwah Nabi Musa AS dengan kefasihan dan kesabarannya. Peran ini diabadikan dalam doa Nabi Musa AS:
وَاجْعَلْ لِي وَزِيرًا مِنْ أَهْلِي هَارُونَ أَخِي اشْدُدْ بِهِ أَزْرِي وَأَشْرِكْهُ فِي أَمْرِي
Waj’al lî wazîran min ahlî. Hârûna akhî. Usydud bihî azrî. Wa asyrik-hu fî amrî.
Dan jadikanlah untukku seorang pembantu dari keluargaku, (yaitu) Harun, saudaraku. Teguhkanlah dengan dia kekuatanku, dan jadikanlah dia sekutu dalam urusanku. (QS. Thaha: 29-32)
Ujian Patung Anak Sapi
Saat Nabi Musa AS pergi menerima wahyu di Gunung Thur, beliau menitipkan Bani Israil kepada Nabi Harun AS. Di masa itu, Samiri menyesatkan sebagian kaum dengan patung anak sapi. Nabi Harun AS telah memperingatkan mereka:
وَلَقَدْ قَالَ لَهُمْ هَارُونُ مِنْ قَبْلُ يَا قَوْمِ إِنَّمَا فُتِنْتُمْ بِهِ ۖ وَإِنَّ رَبَّكُمُ الرَّحْمَٰنُ فَاتَّبِعُونِي وَأَطِيعُوا أَمْرِي
Wa laqad qâla lahum Hârûnu min qablu yâ qaumi innamâ futintum bih, wa inna rabbakumur rahmânu fattabi’ûnî wa athî’û amrî.
Dan sungguh, sebelum itu Harun telah berkata kepada mereka, “Wahai kaumku! Sesungguhnya kamu hanya diuji dengan (anak sapi) itu, dan sungguh, Tuhanmu ialah Yang Maha Pengasih, maka ikutilah aku dan taatilah perintahku.” (QS. Thaha: 90)
Sepulangnya Nabi Musa AS, beliau menegur Harun dengan keras. Harun menjelaskan bahwa ia takut Bani Israil terpecah belah dan tidak ada lagi yang mau mendengar, sementara kaumnya hampir membunuhnya. Nabi Musa AS pun memahami dan berdoa untuk mereka berdua.
Doa-doa Nabi Musa untuk Harun
1. Doa Memohon Ampun dan Rahmat
رَبِّ اغْفِرْ لِي وَلِأَخِي وَأَدْخِلْنَا فِي رَحْمَتِكَ ۖ وَأَنْتَ أَرْحَمُ الرَّاحِمِينَ
Rabbigh-fir lî wa li akhî wa adkhilnâ fî rahmatik, wa anta arhamur râhimîn.
Ya Tuhanku, ampunilah aku dan saudaraku, dan masukkanlah kami ke dalam rahmat-Mu. Engkaulah Maha Penyayang di antara para penyayang. (QS. Al-A’raf: 151)
Menurut riwayat para ulama, Nabi Harun AS wafat sebelum Nabi Musa AS, di tengah perjalanan Bani Israil. Rincian tempat dan waktunya tidak dijelaskan Al-Quran. Wallâhu a’lam.
Kesimpulan
Kisah Nabi Harun AS adalah teladan pendamping yang setia, sabar, dan bijak menjaga persatuan. Beliau mengajarkan pentingnya saling menguatkan dalam kebaikan dan menjaga umat dari perpecahan.
Baca juga Al-Quran online untuk membaca ayat-ayat tentang kisah ini langsung di Islamipedia.
Wallâhu a’lam bish-shawâb.





