Nabi Syu’aib AS diutus kepada kaum Madyan, bangsa pedagang yang gemar berbuat curang dalam takaran dan timbangan. Kisahnya sangat relevan dengan kehidupan ekonomi kita hari ini: tentang kejujuran, keadilan, dan keberkahan rezeki.
Profil Singkat Nabi Syu’aib AS
Nabi Syu’aib AS diutus kepada penduduk Madyan, sebuah negeri di dekat jalur perdagangan antara Hijaz dan Syam. Beliau dikenal fasih dan lembut dalam berdakwah. Dalam sebagian riwayat, beliau dijuluki khatibul anbiya (juru pidato para nabi) karena kefasihan dakwahnya. Sebagian ulama berpendapat bahwa beliau adalah ayah dari dua gadis yang ditolong Nabi Musa AS di Madyan, meski ada juga pendapat lain tentang hal ini. Wallâhu a’lam.
Kaum Madyan dan Latar Belakang
Penduduk Madyan hidup makmur dari perdagangan, namun mereka curang dalam takaran dan timbangan, mengambil hak orang lain, serta mengganggu para pelancong di jalan. Selain itu mereka juga menyekutukan Allah. Di tengah keadaan ini Allah mengutus Nabi Syu’aib AS dari kalangan mereka sendiri.
Perjalanan Dakwah
Nabi Syu’aib AS mengajak mereka menyembah Allah dan berlaku adil dalam bermuamalah. Allah mengabadikan seruannya:
وَيَا قَوْمِ أَوْفُوا الْمِكْيَالَ وَالْمِيزَانَ بِالْقِسْطِ ۖ وَلَا تَبْخَسُوا النَّاسَ أَشْيَاءَهُمْ وَلَا تَعْثَوْا فِي الْأَرْضِ مُفْسِدِينَ
Wa yâ qaumi aufû-l mikyâla wal mîzâna bil qisth, wa lâ tabkhasun nâsa asy-yâ’ahum wa lâ ta’tsau fil ardhi mufsidîn.
Dan wahai kaumku! Sempurnakanlah takaran dan timbangan dengan adil, dan janganlah kamu merugikan manusia terhadap hak-hak mereka dan janganlah kamu membuat kerusakan di bumi. (QS. Hud: 85)
Sebagian kecil beriman, tetapi para pemuka kaum menolak, mengejek, dan mengancam akan mengusir Nabi Syu’aib AS beserta pengikutnya. Beliau tetap sabar dan bersandar kepada Allah.
Azab bagi Kaum Madyan
Ketika kaum Madyan terus mendustakan, Allah menimpakan azab kepada mereka. Al-Quran menyebut azab berupa gempa yang mengguncang dan suara yang keras, sehingga mereka binasa di rumah-rumah mereka. Nabi Syu’aib AS dan orang-orang beriman diselamatkan Allah.
Doa-doa Nabi Syu’aib AS dalam Al-Quran
1. Doa Tawakal dan Taufik
إِنْ أُرِيدُ إِلَّا الْإِصْلَاحَ مَا اسْتَطَعْتُ ۚ وَمَا تَوْفِيقِي إِلَّا بِاللَّهِ ۚ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَإِلَيْهِ أُنِيبُ
In urîdu illal ishlâha mastatha’tu, wa mâ taufîqî illâ billâh, ‘alaihi tawakkaltu wa ilaihi unîb.
Aku hanya bermaksud melakukan perbaikan selama aku masih sanggup. Dan tidak ada taufik bagiku melainkan dengan (pertolongan) Allah. Hanya kepada Allah aku bertawakal dan hanya kepada-Nya aku kembali. (QS. Hud: 88)
2. Doa Memohon Keputusan yang Adil
رَبَّنَا افْتَحْ بَيْنَنَا وَبَيْنَ قَوْمِنَا بِالْحَقِّ وَأَنْتَ خَيْرُ الْفَاتِحِينَ
Rabbanaf tah bainanâ wa baina qauminâ bil haqqi wa anta khairul fâtihîn.
Ya Tuhan kami, berilah keputusan antara kami dan kaum kami dengan adil. Engkaulah pemberi keputusan terbaik. (QS. Al-A’raf: 89)
Kesimpulan
Kisah Nabi Syu’aib AS mengingatkan bahwa kejujuran dalam berdagang adalah bagian dari iman. Rezeki yang diperoleh dengan curang tidak akan membawa keberkahan, sedangkan keadilan dan amanah mendatangkan ridha Allah.
Baca juga Al-Quran online untuk membaca ayat-ayat tentang kisah ini langsung di Islamipedia.
Wallâhu a’lam bish-shawâb.





